Karding: Dibalik Diamnya Jokowi, Dia Rancang Pengangkatan Honorer

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding (kanan), didampingi Koordinator Media TKN Monang Sinaga (kiri) saat memberi keterangan media di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat,

daulat.co – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah bentuk nyata keberpihakan Jokowi pada tenaga honorer di Indonesia.

Aturan ini membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi berbagai kalangan profesional untuk menjadi Aparat Sipil Negara (ASN).

“Ini melegakan dan membahagiakan sekaligus juga yang ditunggu-tunggu oleh para honorer khususnya guru-guru honorer yang selama ini,” ujar Karding di Posko Pemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Rumah Cemara 19, Menteng, Jakarta, Rabu (5/12/201).

Dengan lahirnya PP 9/2018 ini, jelas Karding, orang-orang yang selama ini menganggap dan melihat Pak Jokowi diam, kini melihat kenyataan bahwa dibalik diamnya Pak Jokowi ternyata ia bekerja keras. Terbukti disiapkan aturan yang matang dan baik sebagai solusi pengangkatan tenaga honorer, terutama para guru-guru honorer.

“Ini adalah bentuk perhatian, bentuk komitmen dari Pak Jokowi atas nasib guru-guru dan honorer kita. Guru sebagai faktor terpenting di dalam membangun SDM tentu harus dijamin kesejahteraannya, dijamin statusnya, dijamin kenyamanannya, dijamin hidupnya, jadi jangan sampai guru-guru itu mikirin mendidik mencerdaskan tetapi untuk menyekolahkan anak dia juga pusing. Untuk membiayai hidupnya dia juga pusing,” lanjut Karding.

Dikatakan Karding, Insya Allah dengan terbitnya PP 49 ini, para tenaga honorer, khususnya para guru honorer di seluruh Indonesia akan mendapatkan perhatian dan kehadiran negara bagi mereka.

“Kita berharap PP ini memacu agar cita-cita meningkatkan dan memperkuat SDM dalam rangka menyongsong Revolusi industri 4.0 kita hadapi dengan baik. Tentu saya yang juga dari keluarga guru, banyak ada banyak juga honorer, temen-temen saya yang honorer juga banyak mengucapkan terima kasih,” tegas Karding.

(M Sahlan)