Kantor Bea Cukai Jatim I Telah Menindak Rokok Ilegal Sebanyak 30 Juta Batang

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/08/Sri-Mulyani-Indrawati-1.jpg

daulat.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan bahwa berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada (UGM), upaya penertiban yang dilakukan oleh Bea Cukai terbukti berhasil menekan peredaran rokok ilegal.

Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam konferensi pers penggagalan penyelundupan 3 kontainer Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) serta pemusnahan 16,8 juta batang rokok dan 960 botol MMEA ilegal.

Menurut Menkeu, di kantor-kantor Pelayanan Bea Cukai Jawa Timur I hingga pada bulan Juli tahun 2018 telah menindak penyelundupan rokok ilegal sebanyak 30 juta batang.

“Jumlah peredaran rokok ilegal 12,14% tahun 2016, turun ke 7,04% tahun 2017. Untuk 2018 saya minta turun di bawah 4%,” ucap Menkeu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (02/08).

Sejak 12 Juli 2017, Bea dan Cukai meluncurkan program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) bersinergi dengan POLRI, TNI, Kejaksaan, KPK, PPATK, Kementerian Perdagangan serta Pemda setempat. Kerjasama ini terbukti efektif dengan meningkatnya jumlah penindakan yang berhasil dilakukan oleh Bea dan Cukai.

“Dalam satu semester ini kantor Pelayanan Bea Cukai Jawa Timur I telah menggagalkan penyelundupan narkoba hampir 4 ton. Dua kali lipat total tangkapan selama tahun 2017,” terang Menkeu.

Setelah dalam konferensi pers ini, Menkeu Sri Mulyani pun akan meninjau hasil penindakan minuman keras serta rokok ilegal. Menkeu juga berkesempatan untuk memusnahkan rokok-rokok ilegal itu sendiri.

(M Nurrohman)