5 July 2020, 20:03

Kades Korban Pemerasan Oknum Wartawan Pemalang Mulai Buka Suara

daulat.co – Setelah menetapkan tersangka empat oknum wartawan, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pemalang terus melakukan pengembangan dengan meminta keterangan dari beberapa kepala desa (kades), Sabtu 20 Juni 2020.

Keempat oknum wartawan yang kini telah ditahan di ruang tahanan Mapolres Pemalang, sebelumnya diketahui ditangkap pada Jumat (19/6/2020) siang di Rumah Makan Prima, Comal Pemalang. Polisi juga mengamankan uang sebesar Rp 10 juta dari korban, Kades Kelangdepok.

Polisi menjerat para pelaku dengan pasal 368 jo 55 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Adapun keeempat tersangka tersebut adalah JK dan BD, warga Pemalang, PM dan CH, warga Batang.

“Kita masih meminta keterangan korban-korban lainnya. Karena dari informasi yang kita terima, ada banyak korban,” kata Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Suhadi saat dihubungi wartawan.

Salah satu kades yang disebut-sebut pernah menjadi korban pemerasan yaitu Kades Cibiyuk Karsidi di Mapolres Pemalang kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, dirinya pernah memberikan sejumlah uang kepada oknum wartawan berinisial KK.

Ia bercerita, sekitar lima bulan lalu dirinya didatangi pelaku berinisial PM dan rekannya KK. Keduanya membawa berkas-berkas mengenai pekerjaan yang telah dilaksanakan Pemerintah Desa Cibiyuk Kecamatan Ampelgading. Sambil membawa berkas, pelaku PM mencecar dirinya mengenai potensi atau celah hukum dari pekerjaan fisik.

“Pekerjaan saya yang telah diteliti dia (katanya) masih jauh dari kualitas. Kita sangkal, kita debat,” ujar Kades Karsidi.

Salah satu pembicaraan dirumahnya yang ia ingat, lanjut dia, yakni mengenai bahasa bernada intimidasi dari pelaku berinisial KK yang akan membawa berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang jika tidak memenuhi permintaan.

“Jika tidak memenuhi permintaan, satu atau dua hari berkas sudah sampai di kejaksaan,” tuturnya menirukan ucapan pelaku KK.

Kades Karsidi mengakui jika pelaku dalam pembicaraan tidak menyebut angka atau sejumlah uang. Belakangan, setelah pembicaraan dengan pelaku PM, rekannya berinisial KK masuk dan melanjutkan pembicaraan. 

“Nilainya ada, tapi saya tidak bisa sebutkan,” ucap Karsidi mengenai nominal yang yang diserahkan ke KK.

(Sumitro)

Read Previous

4 Oknum Wartawan Jadi TSK, Polres Pemalang Kembangkan Penyidikan Dari Kades Korban Pelaku

Read Next

Update Corona 21 Juni: Dua Pasien Positif Terpapar Corona Warga Comal dan Taman