22 October 2019, 21:42

Kabinet Diharapkan Berwarna Dari Berbagai Parpol

daulat.co – Anggota F-PDI Perjuangan DPR RI Arteria Dahlan mengatakan bahwa komposisi para menteri dalam kabinet yang akan datang diharapkan lebih berwarna dari berbagai latar partai politik dan keahlian. Para menteri pilihan presiden juga dituntut mampu mengeksekusi program-program dan ide Presiden Joko Widodo. Tentu harapannya kabinet kali ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.

“Yang jelas sang menteri harus orang eksekutorial. Terakhir, Pak Presiden mensyaratkan ada beberapa menteri dari kaum milenial. Itu berarti Pak Presiden mengharapkan kabinet ini pelangi atau berwarna,” ujar Arteria usai rapat koordinasi F-PDI Perjuangan DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).

Kaum milenial yang penuh gagasan baru, inovatif, dan kreatif digadang-gadang juga memang bisa masuk kabinet. Menurut legislator Jawa Timur VI ini, bergabungnya kaum milenial ke dalam kabinet diharapkan mampu menguatkan kebinet bentukan Presiden terpilih.

“Presiden butuh orang-orang yang kompeten dan punya kapasitas. Calon menteri harus memahami betul dan mampu mengeksekusi program-program keinginan Presiden secara konkret,” tutur Arteria.

Sementara ketika ditanya soal mengakomodir partai oposisi, mantan Anggota Komisi III DPR RI ini menjawab, prinsipnya semua jadi hak prerogatif Presiden. Bila Presiden ingin mengakomodir partai oposisi, tentu harus dihormati. PDI-Perjuangan sendiri, lanjut mantan advokat ini, tidak ingin membebani Presiden Jokowi dengan berbagai keinginan soal kabinet yang akan dibentuk.

“Berkali-kali ditegaskan, kami menghormati apa pun sikap dan kebijakan yang diambil Presiden terkait pengisian jabatan menteri di kabinet. Kami tidak mau memberi kewajiban khusus bagi Presiden untuk mempertimbangkan lebih jauh lagi. Sekarang saja memilih itu hal yang sulit. Banyak sekali putra-putri terbaik bangsa yang layak untuk dihadirkan. Presiden harus berpikir ekstra, siapa saja yang harus dia pilih. Jadi kita hormati betul,” tutup Arteria.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Kepala Daerah Dari Jabar & Jatim Banyak Jadi Pasien KPK

Read Next

Setelah Ojang, Giliran Kadis Pemkab Subang Sebagai Tersangka Oleh KPK