Kabar Salah Soal TV Hilang di Posko 02, Walikota Solo: Berarti Poskonya Sepi

daulat.co – Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku heran dengan adanya kabar hilangnya TV di posko pemenangan paslon 02 Prabowo-Sandiaga di Solo.

Meski kabar itu akhirnya diketahui tidak benar, namun bagi Rudy kejadian semacam ini sangat aneh terjadi jika poskonya selalu ramai.

“Kalau hilang berarti poskonya sepi dong. Beda kalau kita punya posko di Solo, rame terus,” ujar Rudy saat silaturrahmi ke rumah Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin di jalan Situbondo 12, Menteng, Jakarta, Selasa (12/1/2019).

Soal keamanan Solo menjelang Pilpres 17 April 2019, Rudy yang juga Ketua DPC PDIP Surakarta menegaskan kondisi keamanan di Solo sudah kondusif, bahkan berbagai potensi kerusuhan menjelang pemilu akan terus diantisipasi.

“Yang jelas untuk di solo sudah kita antisipasi. Siskamling tiap hari kita hidupkan kembali. Dan juga kita kan punya forum siskamling di sana,” jelasnya.

Kata Rudy, koordinasi antar rukun warga (RW) terus dibangun, bahkan mereka sudah dibekali HT (Handy Talk) sehingga komunikasi itu cepat dilakukan.

Ditanya apakah Tim Kampanye Daerah (TKD) akan bergerak terkait adanya teror pembakaran mobil dan motor di Semarang? Rudy menegaskan hal itu belum perlu dilakukan.

“Saya kira masyarakat saja lah. Teror itu kan kita engga bicara si a, si b, si c, tapi saya instruksikan semua RT RW untuk siskamling ditingkatkan terus,” jelasnya.

Yang pasti, kata Rudy, teror pembakaran kendaraan di Semarang sangat mengganggu. Namun ia memjnta jangan semua hal.labgsung dikaitkan dengan pemilu Pilpres.

“Kalau mengganggu ya mengganggu dong. Tapi kan tahun politik pasti dikait-kaitkan, saya enggak pernah mau mengkaitkan itu. Tanggung jawab saya adalah Solo dan membantu pemenangan di Jawa Tengah,” tuntas FX Hadi Rudyatmo, Walikota Solo.

(M Sahlan)