13 July 2020, 13:11

Kabar Baik: Dua Pasien Sembuh & RSUD Dr M Ashari Jadi RS Rujukan Covid-19

daulat.co – Dua pasien yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar Covid-19 sembuh. Dua pasien itu masing-masing tenaga medis perempuan berinisial Y umur (39) asal Kecamatan Pemalang dan satu warga lainnya perempuan berinisial B (33) dari Kecamatan Petarukan.

Demikian disampaikan Bupati Pemalang selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 H Junaedi dalam konferrnsi pers di Pendopo Kabupaten, Kamis 28 Mei 2020 malam. Konferensi pers dihadiri beberapa pejabat terkait.

Selain kesembuhan dua pasien corona, Bupati Junaedi juga menyampaikan jika laboratorum RSUD Dr M Ashari Pemalang telah ditetapkan sebagai laboratorium Rumah Sakit Rujukan untuk mendeteksi Covid-19 secara dini melalui tes SWAB, PCR (Polymerase Chain Reaksen) dan TCM ( Test Cepat Molekuler) secara mandiri.

Ia berharap dengan dijadikannya laboratorium RSUD Dr M Ashari sebagai rujukan maka penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pemalang semakin cepat tertangani secara dini. Tidak seperti sebelumnya yang harus menunggu hasil tes dari Kementerian Kesehatan melalui perwakilannya di Semarang dan Salatiga.

“Syukur alhamdulillah bahwasannya laboratorium rumah sakit RUSD M Ashari telah resmi ditunjuk Dinas Kesehatan Propinsi (Jateng) sebagai laboratorium rujukan terhitung sejak tanggal 26 Mei 2020 kemarin. Sehingga kita tidak perlu menunggu hasil tes dari rumah sakit lain,” ujar Bupati Junaedi.

Mengenai dua pasien yang sembuh sendiri ditekankan karena kerja keras seluruh Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 dan doa dari seluruh masyarakat kabupaten Pemalang,

“Masing masing pasien yang sembuh sudah dikembalikan ke keluarganya,” imbuhnya.

Dari data yang tercatat di laman www.infocorona.pemalangkab.go.id berjumlah 28 pasien positif covid-19. Yaitu sejumlah 24 orang dinyatakan sembuh, 3 pasien masih dirawat dan 1 pasien meninggal dunia.

(Abimanyu)

Read Previous

Ini Cara Bantu Tenaga Medis Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Read Next

Suami Kena PSBB di Perantauan, Istri di Rumah di ‘Lockdown’ Perangkat Desa