Jokowi Tekankan Dana PKH Untuk Kebutuhan Pendidikan dan Kesehatan

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/03/Jokowi-26.jpg

daulat.co – Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa dana Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, boleh dipakai untuk membeli sepatu dan seragam sekolah, membeli ikan dan telur karena ini merupakan kebutuhan gizi anak. Jokowi pun meminta agar memberi anak telur 1, ikan 1. Jangan seperti masa kecil dirinya, telur satu saja dirajang-rajang jadi 4, jadi 6 bahkan jadi 8.

“Jadi kita tidak ingin anak-anak kita ini kurang gizi, anak-anak kita ini stunting. Kerdil. Enggak boleh. Anak-anak kita harus kita beri gizi sebanyak-banyaknya agar sehat, agar pintar, agar cerdas, agar bisa sekolah. Oleh sebab itu, diberikan PKH,” kata Jokowi saat menyerahkan bantuan 1.200 PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Auditorium STMIK Atma Luhur, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3).

Jokowi mengimbau jangan sampai dana PKH malah untuk membeli kebutuhan ibu-ibu seperti baju dan make up, itu tidak boleh. Menurutnya, pada awal April akan ada lagi transfer, kurang lebih sama dengan yang diterima pada Januari lalu. Namun, agar sebelum dapat transfer direncanakan dulu dipakai untuk apa dana PKH.

“Rinci begitu lho ya. Jangan nanti ada transfer langsung kaget, waduh ini transfer ini sudah keluar lagi satu juta, langsung bingung beli. Jangan seperti itu lho. Direncanakan uang ini harus tepat sasaran,” ujar Jokowi.

Direncanakan 1 untuk beli apa, 2 untuk beli apa, 3 untuk apa, 4 untuk beli apa, 5 untuk apa, direncanakan. Mulai merencanakan keuangan keluarga, direncanakan. Jangan nanti baru ditransfer kita baru bingung untuk apa ya, untuk apa. Bisa nanti beli ini, beli ini nanti, hati-hati, hati-hati. Ketahuan nanti SDM PKH, pendamping PKH, hati-hati lho ya.

Untuk itu, Jokowi berpesan kepada para penerima PKH agar dana yang ada dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, baik yang berkaitan dengan pendidikan, baik yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi anak.

“Jangan keluar dari situ. Untuk beli pulsa tidak boleh, suaminya minta untuk beli rokok tidak boleh. Beli rokok suami tetap enggak boleh. tapi diberitahu baik-baik suaminya, pak tidak boleh untuk beli rokok ini untuk anak-anak kita, untuk biar sehat, biar pintar,” tutur Jokowi.

Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Babel  Erzaldi Rosma

 

(M Nurrohman)