Jokowi: Motor Listrik Bisa Kurangi Impor BBM dan Berpotensi Hemat Rp798 Triliun

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/01/Jokowi-26.jpg

daulat.co – Presiden Jokowi mengatakan bahwa banyak negara di dunia mulai berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik. Menurutnya, selain karena ramah lingkungan kendaraan bermotor listrik juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (14/1).

“Melalui kendaraan bermotor listrik kita juga dapat mengurangi pemakaian BBM (Bahan Bakar Minyak), mengurangi ketergantungan pada impor BBM yang berpotensi menghemat kurang lebih Rp798 triliun,” kata Jokowi.

Jokowi pun menilai ada tiga upaya yang harus disiapkan oleh pemerintah dalam membangun industri kendaraan bermotor listrik. Yang pertama, agar regulasi yang mengatur mengenai program kendaraan bermotor ini disiapkan dan segera diselesaikan sehingga kita dapat beralih lebih cepat lagi menjadi pemain utama dalam kendaraan bermotor listrik.

Kedua, Kepala Negara meminta agar ada perencanaan yang jelas dan pengembangan kendaraan bermotor listrik ini juga dilakukan secara terpadu dan terintegrasi antara Kementerian atau Lembaga.

“Tentu saja jangan lupa melibatkan pihak swasta baik dari sisi risetnya, inovasinya, anggarannya sampai dengan penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan,” tutur Jokowi,.

Yang ketiga, Jokowi menekankan agar pengembangan kendaraan bermotor listrik harus digunakan sebagai momentum untuk penyiapan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia yang mampu menguasai teknologi terkini, dan sekaligus digunakan untuk penciptaan nilai tambah efek multiflier melalui upaya memperbesar kandungan komponen dalam negeri TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

Rapat terbatas dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menkumham Yasonna Laoly, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristekdikti M. Nasir, Menkominfo Rudiantara, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menperin Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan para pejabat eselon 1 lembaga kepresidenan

 

(M Nurrohman)