Jokowi: Bandara Depati Amir Akan Tampung 3 Juta Penumpang

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/03/Jokowi.-12.jpg

daulat.co – Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan kapasitas Bandara Depati Amir, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung. Menurutnya, jika saat ini, kapasitas bandara baru mencapai 1,5 juta penumpang per tahun, namun jumlah penumpang sudah mencapai 2 juta orang, diharapkan tahun depan bandara ini mampu menampung 3 juta penumpang.

“Bandara Depati Amir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini kalau kita lihat sudah sangat representative untuk sekarang.  Kapasitasnya 1.5 juta tetapi penumpangnya sudah lebih dari 2 juta. Sehingga ini dibangun lagi di sayap bagian kanan sana, dibangun untuk kapasitas 3 juta. Kita harapkan Insyaallah nanti di 2020 selesai,” kata Jokowi n usai meresmikan terminal baru Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (14/3).

Jokowi pun mengaku bahwa dirinya sudah memerintahkan pihak terkait untuk membangun yang sayap kiri bandara, dengan kapasitas kalau tadi tambah kapasitas menjadi 3 juta, yang sebelah kiri tambah lagi nanti kapasitasnya menjadi 5 juta. Hal itu dilakukan karena kita harus mendahului pertumbuhan penumpang, yang tumbuh sangat baik di Provinsi Bangka Belitung ini.

Dengan siapnya sarana terminal di Bandara Depati Amir, Jokowi merasa optimistis bahwa wisatawan akan semakin banyak yang datang di kawasan ini, karena di sini ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, dan akan dibuka lagi KEK yang lainnya.

“Ini baru disiapkan. Sehingga kita harapkan betul-betul ekonomi bisa tumbuh. Tadi Pak Gubernur menyampaikan setelah ada Tanjung Kelayang itu PAD tambah berapa persen? Naik 300%,” ujar Jokowi.

Menurut Kepala Negara, saat ini sudah banyak investasi yang berminat masuk di KEK Tanjung Kelayang, Ia menyebutkan sudah masuk Sheraton, Sofitel akan masuk,  M Gallery juga akan masuk.

“Ini tinggal proses administratif dikit-dikit saja,  tapi yang sudah bangun Sheraton. Total investasi di KEK Tanjung Kelayang tersebut ditargetkan bisa mencapai Rp9 triliun,” tutur Jokowi.

 

(M Nurrohman)