Jalankan Sunah Rasul, Kiai Ma’ruf Jenguk KH Atabik Ali Maksum di Krapyak

daulat.co – Calon wakil presiden nomor urut 01 Kiai Ma’ruf Amin melakukan silaturrahmi ke Yogyakarta pada Minggu (14/10/2018). Tempat pertama yang ia datangi adalah pondok pesantren Krapyak, bertemu dengan KH Atabik Ali Maksum yang sedang sakit.

Pertemuan ini tergolong spesial, bahkan dapat disebut sebagai bagian dari ibadah menjalankan sunah Rasulallah Muhammad SAW. Banyak hadits menyebutkan bahwa Rasulallh SAW dan para sahabat sangat menganjurkan untuk menjenguk orang sakit, bahkan dikatakan sebagai salah satu kewajiban seorang mukmin terhadap mukmin lainnya.

Di pondok krapyak, Kiai Ma’ruf berbincang dengan KH Atabik Ali Maksum yang berbaring di ranjang. Kemudian bertemu Ibu Nyai Ida Zainal Abidin, Kiai Najib Abdul Qodir, serta para ulama. Kiai Ma’ruf juga berdoa bersama para santri Krapyak.

Sebagai ulama yang dibesarkan dari lingkungan pesantren, tentu saja Kiai Ma’ruf sangat akrab dengan santri Krapyak. Maklum, Kiai Ma’ruf adalah pendiri Ponpes An Nawawi Tanara, Banten. Ia juga keturunan Syekh Nawawi Al Bantani yang sangat dikenal sebagai ulama asal Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram, Makah, Arab Saudi.

Setelah dari Krapyak, Kiai Ma’ruf akan bersilaturahmi dengan para pengurus NU se-provinsi DIY, lantas silaturahmi bersama sejumlah Youtuber. Jadwal di hari pertama ini diakhiri dengan Kiai Ma’ruf menghadiri penutupan Jogja Halal Festival. Kiai Ma’ruf merupakan Ketua Pengarah Masyarakat Ekonomi Syariah. Sehingga diundang untuk menutup festival itu.

Di hari kedua, Kiai Ma’ruf Amin akan bersilaturahmi ke kediaman Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dijadwalkan pertemuan kedua tokoh bangsa itu berlangsung hingga siang hari. Pada hariitu juga, Kiai Ma’ruf akan bertemu dengan tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif.

Para kelompok relawan pendukung dan tim pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Yogyakarta juga berkesempatan melakukan pertemuan dengan Kiai Ma’ruf. Termasuk para calon anggota legislatif dari sembilan partai politik pengusung.

(M Sahlan)