25 January 2021, 00:04

Jadi Tersangka, Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantu Dicegah Pergi ke Luar Negeri

daulat.co – Tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016 dicegah bepergian ke luar negeri. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, menantunya bernama Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Senin (16/12/2019). Menurut Saut, pihaknya telah melayangkan surat permintaan cegah ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Pencegahan itu dilakukan agar saat mereka dipanggil penyidik, ketiganya tidak sedang berada di luar negeri. Masa cegah ketiganya sudah berlaku pada 12 Desember lalu dan terhitung selama 6 bulan ke depan.

“KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri pada pihak Imigrasi, yaitu terhadap tiga orang tersangka NHD, RHE dan HS,” ujar Saut.

KPK juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) pada ketiganya sebagai pemenuhan hak para tersangka. Sejurus dengan itu, penyidik KPK juga sudah menggeledah rumah tersangka Hiendra di Jakarta dan menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik terkait dengan perkara.

Dalam proses penyidikan kasus ini, penyidik KPK juga telah memeriksa 9 orang saksi dari unsur direktur utama beberapa perusahaan swasta, PNS, serta pegawai bank.

“KPK sangat berharap, selain agar perkara ini tugas dalam proses hukum, agar perkara ini juga menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi praktek mafia hukum ke depan, yaitu oknum-oknum yang diduga memperjual belikan kewenangan, pengaruh dan kekuasaan untuk keuntungan sendiri,” ucap Saut.

Nurhadi dan menantunya Rezky dalam perkara ini diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Diduga Nurhadi dan menantunya menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan PT Multicon Indrajaya Terminal melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Kemudian, terkait pengurusan perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan menerima Rp 33,1 miliar.

Terkait gratifikasi, Nurhadi melalui menantunya Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar. Diduga gratifikasi itu terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Atas perbuatannya, Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Eks Sekretaris MA Nurhadi Sekaligus Menantu Ditetapkan Tersangka KPK

Read Next

Kemenag RI-UEA Bahas Penguatan Moderasi