24 November 2020, 22:47

Jadi Tersangka, Bupati Labuhanbatu Utara dan Eks Wabendum PPP Dijebloskan ke Bui

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah mengenakan baju orange KPK

daulat.co – Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah alias Buyung dan mantan Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 Kabupaten Labuanbatu Utara.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada tanggal 17 April 2020 dan menetapkan tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Atas perbuatannya, Kharuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Puji disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 KUHP.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan perkara dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan tahun anggaran 2018.

Kasus itu diawali dengan operasi tangkap tangan (OTT) dengan barang bukti Rp400 juta pada 4 Mei 2018 lalu. Kemudian KPK menetapkan enam tersangka, yakni dua mantan Anggota DPR Amin Santono dan Sukiman.

Kemudian mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, eks Pelaksana Tugas dan Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba.

Dua tersangka dari pihak swasta yakni Eka Kamaluddin dan Ahmad Ghiast. Keenamnya diketahui telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor.

Dari hasil pengembangan, KPK juga menetapkan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. Kasus yang menjerat Budi saat ini masih dalam tahap penyidikan.

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Kharuddin dan Puji Suhartono lanngsung dijebloskan ke bui. Tim penyidik KPK menahan keduanya untuk 20 hari pertama. Kharuddin dijebloskan ke Rutan Polres Jakarta Pusat dan Puji bakal ditahan di Polres Jakarta Timur.

“Penyidik melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 10 November 2020 sampai dengan 29 November 2020,” ujar Lili.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Segera Satroni NTB Urus Aset Bermasalah

Read Next

Ketua DPD I Jateng Soroti Serius Kader Golkar Pemalang Dukung AMAN