24 September 2020, 04:43

Iskandar Ali Syahbana Soal Fenomena ‘Mendadak NU’ Jelang Pilkada Pemalang

Pasangan bakal cabup dan wabup, Iskandar Ali Syahbana – Ahmad Agus Wardana (Foto: sumitro/daulat.co)

daulat.co – Bakal Calon Bupati Pemalang Iskandar Ali Syahbana turut mencermati elit-elit politik di Pemalang jelang penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang Tahun 2020. Utamanya menyangkut Nahdlatul Ulama (NU).

Kata dia kepada daulat.co belum lama ini, NU memang tidak kemana-mana namun berada dimana-mana. Dalam perhelatan Pilkada Pemalang, banyak kader-kader NU di semua bakal calon, termasuk pada tim pemenangan, relawan hingga relawan ketiga kontestan.

Baik pada dirinya bersama pasangannya Akhmad Agus Wardana, bakal pasangan calon Agus Sukoco – Eko Priyono dan bakal pasangan calon Mukti Agung Wibowo – Mansur Hidayat.

“NU itu ada dimana-mana, ada di PKS, ada di PDIP, ada di Golkar, ada semua, tetapi yang perlu diingat bahwa PKB itu bagian tidak terpisahkan dari NU. Karena PKB itu lahir dari rahim NU,” kata Iskandar.

Bakal calon yang diusung koalisi PKB dan PKS itu mengaku tidak kaget dengan munculnya fenomena ‘mendadak NU’ jelang Pilkada Pemalang. Iskandar menyebut fenomena itu adalah fenomena politik biasa dan sudah biasa terjadi guna meraup atau mendulang suara dari Nahdlatul Ulama.

“Ya, inilah fenomena politik di negara kita. Bahwa orang kadang tidak yakin dengan pendiriannya, orang tidak percaya diri dengan apa yang dimiliki dia secara pribadi, kemudian akhirnya mengkait-kaitkan dia supaya masuk ke organisasi A, masuk organisasi B, kemudian untuk bisa mendapatkan dukungan,” jelasnya.

“Saya rasa tidak ada masalah di NU-nya, karena NU terbuka bagi siapa saja. Hanya saja yang bersangkutan ini yang kemudian mendadak NU, atau tiba-tiba NU ini adalah figur-figur yang tidak memiliki kepercayaan diri, sehingga harus dia yang sejatinya maaf mungkin bukan NU, kemudian tiba-tiba jadi NU,” sambung Iskandar.

(Sumitro)

Read Previous

Jokowi Minta Menteri Pantau Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi

Read Next

PP GP Ansor Undang Menag Hadiri Konbes ke XXIII