Ijtima Ulama II Ingin Pastikan Komitmen Prabowo

daulat.co – Sekitar 1000 ulama mulai memadati Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat untuk ambil bagian dalam Ijtima Ulama II, Minggu (16/9/2018). Agenda utama dalam Ijtima ini adalah memastikan komitmen calon Presiden Prabowo Subianto dalam keberpihakannya pada ulama.

Ijtima Ulama II ini dibuka dengan pemaparan oleh Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak. Dalam acara ini, Prabowo Subianto juga dijadwalkan untuk menandatangani pakta integritas.

“Forum ini mempertegas agar antara capres yang diusung memiliki komitmen dengan ulama, agar berkomitmen pada Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang kebebasan beragama dan Pancasila,” ujar Ketua Umum DPP Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Eggi Sudjana.

Kenapa Prabowo? Eggi mengatakan bahwa Prabowo memang calon yang dianggap bisa menyatukan suara umat. Sebaliknya, ia menyebut akan ada perpecahan bila Ijtima Ulama II memberikan dukungan kepada Joko Widodo.

“Kalau Ijtima Ulama II dukung Jokowi saya bilang akan ada perpecahan, tapi Insya Allah hasilnya akan dukung penuh Prabowo Subianto,” tegas Eggi.

Eggi mengingatkan bahwa Ijtima adalah forum kesepakatan dan dalam Ijtima Ulama I sudah disebutkan dukungan pada Prabowo. Namun masih ada yang perlu dipertegas karena rekomendasi Ijtima Ulama I untuk mencari wakil presiden dari kalangan ulama akhirnya tidak dipenuhi Prabowo.

“Karena itulah hari ini akan ada penandatanganan pakta integritas. Komitmen bahwa Prabowo bisa mendukung kehidupan warga negara untuk bebas dalam beragama seperti dalam Pasal 29 UUD 1945,” tuntas Eggi.

(M Sahlan)