11 April 2021, 12:10

Hindari Perdebatan Tak Produktif di Medsos, Saatnya Kembali ke DNA Muhammadiyah

Muhammadiyah

Muhammadiyah

daulat.co – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar warga Persyarikatan menghindari terjebak dalam perdebatan tiada habis di media sosial dan lebih mengutamakan produktivitas positif sebagai karakter utama Persyarikatan.

Berbicara dalam forum Public Expose Lazismu Pusat terkait Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah, Sabtu 27 Februari 2021, Haedar menyebut media sosial sekarang ini telah membuat banyak orang menjadi tidak produktif.

Bahkan, seringkali justru banyak yang terjebak dalam perdebatan semu yang tiada akhir. Kondisi tersebut menurutnya hanya akan membawa umat pada kondisi kontra produktif dan terus tertinggal.

“Padahal ilmu saja itu bisa menghasilkan sesuatu, knowledge is power, ilmu itu menghasilkan kekuasaan. Kekuasaan uang, kekuasaan penghasilan dan lain sebagainya. Tapi bagaimana kita bisa menghasilkan ilmu wong pengetahuan kita itu hasil dari serpihan-serpihan yang sampah yang ada di media sosial. Kita capek kirim ini kirim itu tapi tidak menghasilkan,” jelasnya.

Sekali lagi, Haedar Nashir kepada warga persyarikatan agar menjaga ekosistem sekaligus menciptakan kegiatan yang produktif. Muhammadiyah memberikan perhatian soal ini agar ke depan keberadaan organisasi semakin maju dan memberikan kemaslahatan bagi umat.

Ditambahkan, kemajuan umat akan terbukti jika umat Islam memiliki program-program unggul dengan adanya pendirian pusat-pusat kemajuan (center of excellence) yang tidak bisa diraih hanya melalui berdebat tanpa ujung di media sosial.

“Bahwa perlu amar makruf nahi munkar itu saya pikir sudah DNA kita, tapi soal cara harus perlu ada reorientasi. Jadi orang ketika kita sampaikan kritik dengan argumen yang kuat lalu dengan narasi-narasi konstruktif yang saya pikir juga akan sampai juga,” pungkasnya.

(M Nurrohman)

Read Previous

Untuk Pemahaman Yang Utuh, Guru Harus Sampaikan Sejarah Secara Komprehensif

Read Next

KPK Jebloskan Tersangka Gubernur Sulsel ke Rutan Pomdam Jaya Guntur