Hasto: Pemimpin Harus Disiplin Berbicara dan Paham Kultur Indonesia

Sekjen DPP PDI Perjuangan (www.kedaipena.com)

Daulat.co – Kisruh soal pidato Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subiantio yang merendahkan masyarakat Boyolali mendapat tanggapan dari Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Ia pun menilai response Bupati Boyolali adalah bagian dari pendidikan politik, khususnya terkait urgensi pentingnya tata krama politik.

Dijelaskan Hasto, gerak cepat masyarakat Boyolali atas pernyataan Pak Prabowo yang dinilai melecehkan martabat dan kehormatan warganya harus menjadi pelajaran, khususnya terkait pentingnya pemahaman budaya timur dan tata-krama dalam politik.

“Apa yang disampaikan Pak Prabowo hanya pas dalam budaya barat. Mungkin karena Pak Prabowo lama hidup di luar negeri sehingga tidak memahami tepo sliro dalam budaya Jawa, ataupun kurang paham budaya Indonesia karena masa kecilnya dibesarkan di negara barat,” jelas Hasto.

Ia juga meminta semua pihak sebaiknya mengambil pelajaran dari kasus ini. Bahwa dalam politik disiplin berbicara dan pemahaman kuktur bangsa itu sangat penting.

Dalam kontestasi politik yang bermartabat, lanjut Hasto, tidak perlu dibangun isu terkait perbedaan kelas antara tampang kaya yang bisa masuk hotel dan dikontraskan dengan lainnya.

“Pemimpin, terlebih calon presiden, seharusnya menampilkan gagasan positif bagaimana menggelorakan harkat dan martabat rakyatnya, sehingga meskipun secara lahir nampak biasa, namun punya kebanggaan sebagai warga negara Indonesia,” lanjutnya.

Hasto juga menyinggung gaya keras pidato Pak Prabowo dengan model kontrasting kelas kaya dengan sebaliknya adalah kemunduran kualitas demokrasi.

Menurut Hasto, Pak Prabowo harusnya paham bahwa menjadi petani, pedagang pasar, tukang jamu, bahkan tukang sapu adalah kerja yang bermartabat selama dilakukan dengan penuh rasa percaya diri. Sebab dengan bekerja, disitulah jati diri kemanusiaan untuk berdiri di atas kaki sendiri hadir.

“Tukang sapu pun punya tugas penting, membawa lingkungan menjadi bersih. Tukang sapu dilihat fungsinya mampu memerindah alam raya, mewayu hayuning bawana, jadi perannya juga penting. Hal inilah yang seharusnya dilihat Pak Prabowo. Sayang Beliau kurang memahami kultur timur seperti ini,” lanjutnya.

Terkait respons Bupati Boyolali Seno Samodro yang hadir di aksi unjuk rasa, Hasto menilai hal itu masih wajar dalam konteks mengawal rakyatnya. Dengan demikian, demonstrasi berlangsung tertib dan damai.

“Apa yang dilakukan sebagai bagian pendidikan politik untuk disampaikan ke Pak Prabowo agar berhati-hati dalam berbicara. Jangan eksploitir kemiskinan rakyat hanya untuk tujuan kekuasaan politik,” jelas Hasto.

Hasto menilai gugatan yang yang diajukan Pendukung Prabowo kepada Bupati Boyolali sangat berlebihan. Daripada saling gugat, Hasto menilai sebaiknya semua pihak mengambil pelajaran tentang pentingnya tata-krama politik dan perlunya bagi pemimpin politik untuk memahami kultur budaya bangsanya sendiri.

(M Sahlan)