Hasto: Kepakaran Yusril Sudah Dibuktikan Ketika Megawati Jadi Presiden

Daulat.co – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai Yusril Ihza Mahendra memiliki kepakaran dalam masalah hukum tata negara.

Bahkkan kepekaan itu, kata Hasto, sudah dibuktikan Yusril ketika ada dalam Kabinet Gotong Royong dan ditunjukan dengan baik sehingga pemerintahan Megawati mampu menjalankan TAP MPR dalam koridor negara hukum.

“Dengan bergabungnya prof Yuzril sebagai tim hukum pasangan pak Jokowi-Kiai Maruf tentu saja ini menjadi energi positif. Tidak hanya menghadapi gugatan hukum tetapi juga komitmen bagi kami untuk dapat berkampanye dengan baik, dengan tertib, dan sesuai aturan hukum,” jelas Hasto.

Hasto menjelaskan, masuknya Yusril dalam tim Jokowi-Kiai Ma’ruf Melalui proses dialog bersama sejak bulan September. Bahkan sebelumnya juga sudah dilakukan dialog-dialog hingga akhirnya ada keputusan yang menggembirakan.

“Kesedian prof Yuzril tentu saja kami akan mensinergikan dengan tim hukum dari pasangan pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin ini,” lanjut Hasto.

Ketika ditanya, apakah dukungan Yusril ini sipatnya sukarela? Hastoenjawab tentu saja, apalagi prof Yusril secara emosional bounding memiliki kedekatan dengan Kiai Maruf Amin. Dengan Ibu Megawati Soekarnoputri juga hubungannya baik. Dengan Erick Thohir pun sudah dekat.

Namun demikian, Hasto mengakui secara politik tentu ada pertimbangan-pertimbangan dalam.keputusan Yusril berada dalam barisan tim Jokowi-Kiai Ma’ruf.

“Setiap partai tentu saja memiliki strategi politik. Beliau sebagai tokoh nasional dan juga Ketum PBB tentu saja mempunyai sebuah strategi. Tetapi ini murni sebagai dukungan terhadap pasangan Pak Jokowi Kiai Maruf. Sehingga ini menjadi energi positif untuk melangkah dalam angenda pemenangan,” lanjut Hasto.

Terkait kemungkinan PBB bergabung dalam koalisi, Hasto menilai tentu hal iti bisa karena Yusril juga sama-sama orang partai. Sebagai orang partai tentu mengetahui adanya mekanisme, tata cara yang harus dijalankan.

“Yang penting adalah Prof Yusril beliau berkenan menjadi tim hukum pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin,” tegas Hasto.

Menanggapi soal adanya tagar di twitter dengan narasi Jokowi bersama pengacata HTI, Hasto menegaskan itu adalah dua hal yang jauh berbeda. Sebab kalau dilihat daro seluruh ekspresi terhadap dinamika yang muncul, maka yang ada di barisan HTI justru kubu lawan Jokowi-Kiai Ma’ruf.

“Misalnya dalam peringatan hari santri. Video-video yang beredar bahkan akan dilaporkan ke bawaslu itu mereka yang menyatakan dukungan terhadap ormas terlarang tersebut. (HTI) justru punya afiliasi ke yang lain, buka ke Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” lanjut Hasto.

(M Sahlan)