5 July 2020, 21:12

Harga Anjlok Akibat Covid-19, Petani di Pemalang Selatan Biarkan Tanaman Cabe Mati

daulat.co – Petani cabe di wilayah Pemalang Selatan, khususnya di Kecamatan Belik dan Kecamatan Pulosari merugi hingga ratusan juga imbas pandemi Covid-19. Mereka berpendapat, wacana menuju normal baru tidak ada dampak yang signifikan bagi para petani cabe dan sayur.

Hasil Monitoring Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pemalang baru-baru ini, imbas Corona membuat petani cabe dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Belik, Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga banyak yang enggan merawat dan beberapa diantaranya membiarkan pohon cabe mati.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang Muntohir melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan Prayitno saat ditemui daulat.co diruangannya, Rabu 25 Juni 2020, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang sedang dialami para petani sayur-mayur, khususnya para petani cabe.

“Kami turut prihatin dengan keadaan ini mengingat harga cabe di petani cenderung murah imbasnya banyak para petani enggan merawat tanaman bahkan menyemprot hama pun tidak dilakukan dan cenderung layu dan mati,” ujarnya.

Kabid Ketahanan Pangan Prayitno menambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang dialami petani sayur-mayur. Pihaknya hanya bisa memberi masukan agar para petani di daerah Pemalang Selatan tetap semangat dengan keadaan pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan menjelang New Normal segalanya bisa menjadi normal dan keadaan seperti ini cepat selesai, apalagi kasihan bagi semua masyarakat khususnya para petani sayur-mayur dan cabe,” tegasnya.

(Abimanyu)

Read Previous

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Jiwasraya

Read Next

KPK Periksa Eks Gubernur Bank Indonesia