Haedar: Ramadhan Merupakan Masa Olah Jiwa Untuk Menjadi Insan Yang Bertaqwa

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/06/Haedar-Nashir.jpeg

daulat.co – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa bulan suci ramadhan 1439 H akan segera berakhir, untuk itu bagi kaum muslimin selama ramadhan ini telah menjadi masa olah jiwa untuk menjadi insan yang bertaqwa.

“Selama satu bulan itu pula, kita dibina menjadi manusia-manusia yang cinta terhadap ilmu, infaq shodaqoh jariyah,” kata Haedar ketika ditemui pada Selasa (12/06).

Menurut Haedar makna berbuka puasa di hari idul Fitri ini memiliki makna yang hakiki yakni betapa pun dibolehkan, kita tetap harus menjadi pribadi yang paham prinsip “secukupnya, sebutuhnya” dan tidak berlebihan.

“Makna lainnya yang lebih ruhaniah adalah bahwa kita harus terbiasa mengaplikasikan sikap dan tindakan bertaqwa pada kehidupan sehari-hari,” tutur Haedar.

Oleh karena itu, maka Haedar mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan kaum muslimin, mari selama waktu ke depan, tidak hanya saat Ramadan saja, mari kita terapkan kehidupan bertaqwa, dalam pikiran, jiwa, lisan dan tindakan.

“Diantara sifat taqwa kita di antara lain gemar berinfaq shodaqoh dalam kondisi apapun, mampu menjaga amarah dan meminta maaf kepada orang,” ungkap Haedar.

Jika kita mampu menerapkan ketaqwaan itu di tengah masyarakat, bahkan dalam kehidupan kebangsaan kita, maka kita akan mampu menciptakan Ihsan yakni kebaikan yang melampaui.

“Dengan spirit idul Fitri 1439 H, mari kita wujudkan sifat ihsan dan taqwa sebagai buah dari hasil puasa kita sebulan penuh lamanya. Kita wujudkan pribadi yang gemar kedamaian, ketulusan, khidmat dan hidup dalam kesamaan dan kebersamaan walaupun kita memiliki masing-masing perbedaan,” ucap Haedar.

Diakhir, Haedar berpesan agar semangat Islam yang fitri, yang lahir dari fitrah harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita sepenuhnya.

(M Nurrohman)