11 April 2021, 10:54

Gubernur Nurdin Pernah Dilaporkan Terkait Dugaan Korupsi Mega Proyek Makassar New Port

Masterplan Makassar New Port

Masterplan Makassar New Port

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap tangan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Kepastian Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Nurdin itu dibenarkan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Sabtu 27 Februari 2021.

KPK menyampaikan penangkapan Gubernur Nurdin terkait dugaan tindak pidana korupsi. Hanya saja, KPK belum bisa merinci siapa saja yang ditangkap berikut barang bukti yang diamankan penyidik dalam operasi tersebut.

“Tim masih bekerja dan perkembangannya akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” kata Ali Fikri.

Belum diketahui dalam kasus apa Gubernur Nurdin Abdullah dicokok KPK. Namun, sekedar diketahui, kali terakhir pada Desember 2020 lalu, ia dilaporkan Forum Komunikasi Lintas (FokaL) NGO Sulawesi ke KPK terkait dugaan korupsi Mega proyek Makassar New Port (MNP).

FokaL NGO Sulawesi yang dikoordinir Djusman AR melaporkan Nurdin Abdullah ke KPK karena dalam proyek pembangunan proyek strategis MNP yang tengah berjalan diduga keras ada indikasi perbuatan melawan hukum berupa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

FokaL NGO Sulawesi mengungkap hal mencolok dalam proyek tersebut adalah adanya rekayasa sistemik terkait modus yang dilakukan. Yakni kejanggalan pada proses pengurusan dokumen di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulsel terkait pengurusan Amdal kepada dua perusahaan, PT Banteng Laut Indonesia dan PT Nugraha Timur Indonesia.

Gubernur Nurdin sendiri mengaku tidak mengerti dengan isi materi laporan FokaL NGO Sulawesi ke KPK. Saat itu, kepada wartawan ia menyatakan jika proyek tersebut ada kaitannya dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, itu dilakukan semata untuk percepat investasi dan itu tidak boleh ada hambatan.

“Kita bukan lagi saatnya untuk menghambat orang. Semua harus dipercepat. Bahkan di perizinan, sekarang sudah kita online-kan, cukup di rumah di-print, sehingga mengurangi tatap muka. Jadi itu (laporan KPK) mengada-ada dan ngawur,” kata Gubernur Nurdin Abdullah.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Breaking News: Gubernur Nurdin Abdullah Terjaring OTT KPK?

Read Next

Dukung KBM Tatap Muka Juli Mendatang, Khadafi Minta Kemendikbud Segera Gelar Sosialisasi