Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf Dituntut 10 Tahun Penjara

Irwandi Yusuf, Hendi Yuzal, dan Teuku Saiful Bahri saat mendegarkan tuntutan Jaksa KPK, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/3/2019).

daulat.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjatuhkan tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan kepada Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Jaksa juga menuntut agar hakim mencabut hak politik Irwandi selama lima tahun.

“Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsidier enam bulan kurungan,” kata jaksa Ali Fikri saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/3/2019) malam.

Irwandi dinilai jaksa terbukti menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar. Uang itu diberikan agar Irwandi menyerahkan proyek-proyek di Kabupaten Bener Meriah yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ke pengusaha-pengusaha asal Bener Meriah.

Irwandi selain itu juga dinilai terbukti menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp 8,71 miliar dan dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp 32,45 miliar.

Jaksa meyakni penerimaan suap Irwandi telah melanggar pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara terkait gratifikasi, Irwandi diyakni melanggar pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menyatakan terdakwa Irwandi Yusuf terbukti bersalah dan berlanjut melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Ali Fikri.

Jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan tuntutan. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Irwandi melakukan korupsi tidak mendukung pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi. Irwandi juga tidak mengekui perbuatannya.

“Hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan membantu perdamaian di Aceh,” tutur jaksa.

Merespon tuntutan itu, Irwandi menyatakan bakal mengajukan pleidoi atau nota pembelaan dalam persidangan selanjutnya.

Jaksa juga menuntut staf Irwandi, Hendi Yuzal dan orang kepercayaan Irwandi, Teuku Saiful Bahri. Diketahui, keduanya merupakan perantara bagi Irwandi dalam perkara itu.

Hendi dituntut lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan. Sementara Teuku Saiful Bahri dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidier enam bulan kurungan.

(Rangga Tranggana)