GP Ansor : Jelang Pilpres 2019, Jokowi Berpesan Untuk Jaga Keberagaman

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/01/GP-Ansor.jpg

daulat.co – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas mengaku bahwa arahan dari Presiden Jokowi mengingatkan untuk kita harus menjaga bahwa keberagaman itu adalah Sunnatullah, hal yang tidak bisa ditolak.

“Jadi keberagaman itu Sunnatullah, keniscayaan. Jadi kita tidak boleh memperjuangkan kemauan kita sendiri, tidak boleh ada orang yang memperjuangkan negara lain diluar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yaqut usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/1).

Yaqut menegaskan bahwa GP Ansor akan selalu bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu negara, pemerintah, Presiden dalam hal melawan  kelompok-kelompok radikal itu.

Sementara mengenai sikap politik GP Ansor, Yaqut menegaskan bahwa secara institusi tidak boleh berpolitik, karena terikat dengan khittah Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1926. yang tidak membolehkan NU dan segala badan otonomnya berpolitik secara praktis termasuk dalam kontestasi Pilpres.

“Tetapi sebagai individu kita bebas, kita merdeka. dan kita bersepakat dan saya bersama seluruh ketua Ansor bersepakat akan mendukung calon yang terbaik. Kita akan bergerak bersama dalam mendukung calon yang terbaik,” tutur Yaqut.

Saat menerima pengurus GP Ansor itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

 

(M Nurrohman)