Golkar DKI Dorong Pinjaman Bank Rp1 Triliun untuk ‘Infus’ Rumah Sakit

daulat.co – Sebanyak 24 rumah sakit di DKI Jakarta mengalami kesulitan keuangan akibat klaim pembayaran dari BPJS kesehatan masih tertunggak. Bahkan baru delapan dari 24 rumah sakit saja nilai tunggakan sudah lebih dari Rp10 miliar.

“Sistem dalam BPJS subsidi silang. Yang sehat subsidi yang sakit. Tapi belum semua masyarakat sadar, sehingga BPJS tekor,” ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Golkar Ramli Muhammad.

Sebagai solusi, Ramli menuturkan Fraksi Golkar DKI Jakarta mengusulkan sistem dana talangan untuk membantu rumah sakit agar tidak kolaps.

“Kita usulkan dana talangan Rp1 triliun sehingga sekarang sudah ada dana talangan. Makanya cari payung hukumnya. Kita hadirkan Bank DKI buat pinjaman,” jelas Ramli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sistem pinjaman talangan ke Bank DKI itu, Ramli mengakui ada beban bunga sebesar 7,1 persen. Dan beban bunga ini harus ditanggung pihak rumah sakit.

“Ada memang pertanyaan, masak orang sakit ada bunga. Sebenarnya ini kan mendesak, yang penting pelayanan kesehatan rumah sakit jalan dulu dah. Kan pinjaman talangan dari bank DKI ini akan berlangsung hanya tiga bulan ke depan sampai tunggakan BPJS dicairkan,” tegas Ramli.

(M Sahlan)