28 January 2020, 10:12

Geledah Rumah Dinas Bupati Sidoarjo, KPK Sita Sejumlah Mata Uang Asing

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dalam berbagai mata uang dari rumah dinas Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. Penggeledahan terkait kasus suap proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Dalam kegiatan penggeledahan di rumah jabatan Pendopo Bupati hari ini, Sabtu (11/1) tim penyidik menyita sekitar Rp 1 milyar dan dalam pecahan mata uang asing antara lain USD50.000, SGD64.000 dan mata uang asing lainnya yaitu dollar australia, euro, yen dan lainnya yang saat ini masih dalam proses penghitungan,” ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Sabtu (11/1/2020) malam.

Selain rumah dinas, KPK juga menggeledah kantor bupati meliputi ruang kerja bupati dan ruang ULP. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen.

Pada hari Jumat (10/1/2020), tim penyidik juga melakukan penggeledahan di tiga lokasi. Tiga lokasi yang digeledah tim KPK diantaranya dua rumah yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso 6 Nomor 1A Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dan rumah di Desa Janti Dusun Balongan RT 017 RW 004 Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian, kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo.

“Beberapa dokumen diamankan,” tutur Ali.

Seperti diketahui, KPK telah menjerat Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sebagai tersangka penerimaan suap pengadaan proyek di Dinas PU dan BMSDA Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Selain Saiful Ilah, KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih.

Kemudian Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto; Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji sebagai tersangka atas dugaan penerima suap. Sementara itu dua orang lainnya, yakni Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Penetapan tersangka itu merupakan hasil Oprasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (7/1/2020). Dalam operasi senyap itu, KPK turut menyita uang sebesar Rp 1,8 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menko Polhukam akan Kunker ke Perairan Natuna

Read Next

Sikap Optimis Jadi Syarat Hadapi Masa Depan