Gelar Tuanku Imam Nan Arif Buat KH Ma’ruf Amin

daulat.co – Ratusan santri dan tokoh masyarakat Padang Pariaman menghadiri tabligh akbar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-ringan, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (8/2/2019).

Tamu utama acara itu adalah Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH. Maruf Amin yang menyampaikan pengajian ushul fiqih dengan tema “Metode Istinbath Hukum Islam”. Acara itu juga dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Pariaman H. Faisal Arifin, Kiai Pondok Pesantren Nurul Yaqin Syekh H. Ali Imran Hasan, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Yaqin Syekh Muhammad Rais dan para ulama lainnya.

KH. Maruf Amin memiliki kedekatan khusus dengan ponpes Nurul Yaqin, Padang Pariaman. Bahkan tahun lalu ia diberi gelar Tuanku Imam Nan Arif saat berkunjung ke sana. Dokumen pemberian gelar itu masih ada sampai sekarang.

“Dulu pernah diberi gelar, berarti sekarang pulang kembali ke ponpes Nurul Yaqin ini,” kata Kiai Ma’ruf.

Dalam ceramahnya, Kiai Maruf mengatakan, pada masa lalu pernah terjadi kekosongan kepemimpinan. Kemudian para ulama memberikan solusi melalui Istinbath hukum, dengan memberikan kekuasan yang disebut Waliyul Amri yang sah.

“Dikhawatirkan terjadi gejolak di masyarakat (akibat kekosongan kepemimpinan), dan terutama efek besar dalam menjalankan syariat agama, maka ulama sepakat memberikan jabatan Waliyul Amri,” katanya.

KH. Maruf Amin menambahkan, pemerintah pusat waktu itu diberikan sebutan Waliyul Amri darurat, sehingga solusi keagamaan bisa menjadi solusi kebangsaan. Para ulama pun sangat luar biasa peranannya, yakni dengan membuat pandangan yang moderat. Khususnya pandangan dari ulama Ahlussunah wal jamaah (Aswaja) dengan ciri tawassuth (red-moderat).

“Kalau gak ada ulama bisa geger itu, tapi ada ulama bisa menyelesaikan persoalannya,” tambah Kiai Ma’ruf.

Lanjut Kiai Maruf Amin, para ulama salaf tidak berpegang hanya pada teks, tapi lebih dengan pendekatan melalui ijtihad ulama. Para ulama itu untuk menuntun umat dan menyiapkan para santri untuk menjadi pemimpin nasional.

Di penghujung acara, Kiai Ma’ruf meminta doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Padang Pariaman dalam Pilpres 2019. Ia berharap pada 17 April 2019 semua datang ke TPS dan mencoblos 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Kami meminta doa dan restu kepada para kiai, untuk mendampingi Pak Jokowi diajak menjadi Cawapres,” tuntas Kiai Ma’ruf Amin.

(M Sahlan)