Gali Informasi Penegakan Hukum di Laut, Bakamla Kunjungan ke Australia

dok Bakamla
dok Bakamla

daulat.co – Direktorat Kebijakan Bakamla RI melakukan kunjungan dalam rangka studi banding ke sejumlah tempat di Australia yaitu Australian Border Operations Centre – Australian Border Force, Maritime Border Command, Strategic Border Command, ABF College, Departement of Foreign Affairs and Trade, Australian Maritime Safety Authority dan University of Wollongong, Australia.

Kunjungan yang berlangsung sejak 23 September hingga 4 Oktober 2018 mendatang itu sejaln dengan amanat UU Kelautan No. 32 Tahun 2014 Pasal 62 huruf a. Dimana disebutkan bahwa Bakamla menyelenggarakan fungsi menyusun kebijakan nasional dibidang keamanan dan keselamatan di wilayah Perairan Indonesia dan wilayah Yurisdiksi Indonesia.

Kunjungan Bakamla dilakukan guna mendalami metode Australia dalam menyusun pola penyatuan dan sinergi kewenangan antar lembaga di laut. Kegiatan dipimpin Direktur Kebijakan Kamla IGN Agung Y Endrawan bersama anggota Kasubdit Harmonisasi Kebijakan AKPB Mulya Hakim dan Kasi Harmonisasi Internasional Ibnu Sina.

Dari studi banding yang dilakukan Bakamla menggali banyak informasi tentang bagaimana bentuk kebijakan dan kerangka hukum yang diambil Pemerintah Australia dalam mengintegrasikan dan mensinergikan kewenangan penegakan hukum di laut oleh beberapa lembaga penegak hukum yang berkepentingan di laut.

Selama kegiatan berlangsung, delegasi Bakamla didampingi tim asistensi yaitu Councellor ABF pada kedutaan Australia di Jakarta Superintendent Pam Radin dan Koordinator Fungsi Sosial, Budaya dan Keamanan Kedutaan Besar Indonesia di Australia Nicholas.

Dalam salah satu kunjungan, Pemerintah Australia melalui Departemen of Foreign Affairs and Trade menyatakan bersedia mendukung penuh terhadap pengambilan kebijakan yang akan dilakukan Bakamla. Berikut dukungan lainnya yang diperlukan dalam mewujudkan kebijakan penegakan hukum di laut, termasuk mendukung segala hal yang berkaitan dengan Bakamla dan mendukung penguatan Bakamla itu sendiri.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis 27 September 2018, disampaikan pula bahwa hal ini dilakukan sebagai wujud hubungan baik bilateral antara Pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia.

Selain studi banding di ABF Pusat yang berkedudukan di Canberra, delegasi juga melakukan studi banding di salah satu negara bagian yang merupakan bagian dari ABF yang berkedudukan di Sydney, serta diakhiri dengan studi banding ke ANCORS yang merupakan institusi dibidang pendidikan yang mendukung dan memberi masukan terhadap kebijakan pemerintah.

(M Nurrohman)