Galeri Tanwir Muhammadiyah Ke-51 di Bengkulu

Ada empat agenda besar pada Tanwir Muhammadiyah ke-51. Pertama menyangkut roda organisasi, kedua menyangkut masalah keumatan, ketiga masalah kebangsaan dan keempat membahas mengenai progres dan dinamika Pimpinan Muhammadiyah di tingkat internasional sampai wilayah. (Foto: Sumitro/daulat.co)
Sejarah lahirnya tokoh-tokoh Muhammadiyah dari Bengkulu menjadi alasan Bengkulu menjadi tuan rumah. Presiden RI Pertama Soekarno pernah beberapa tahun menjadi Ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu. Berikut tokoh Tionghoa Oey Tjeng Hien, seorang Tionghoa yang masuk Islam dan lebih dikenal dengan nama Haji Abdul Karim Oey yang ikut menjadi bagian dari Muhammadiyah di Bengkulu. (Foto: Sumitro/daulat.co)
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), 15-17 Februari 2019. Tanwir dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Balai Semarak Raya, Gedung Daerah Bengkulu. (Foto: Sumitro/daulat.co)
Salah satu peserta tetap “bekerja” disela-sela Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Gedung Hasan Dien, Kampus IV UMB. Ia memanfaatkan setiap waktu ishoma pada Tanwir yang mengangkat tema “Beragama Yang Mencerahkan” tersebut. (Foto: Sumitro/daulat.co)
Usai dibuka Presiden Jokowi, Tanwir yang merupakan forum tertinggi kedua setelah muktamar itu dilanjutkan dengan Pidato Iftitah dan Laporan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Kegiatan digelar di Gedung Hasan Dien, Kampus IV UMB. (Foto: Sumitro/daulat.co)
(sumitro)