24 November 2020, 21:50

FKUB Berperan Penting Cegah Konflik Antar Umat Beragama

daulat.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berperan penting untuk mencegah terjadinya konflik antar umat beragama di Indonesia. Ia pun mengingatkan FKUB untuk proaktif pelihara kerukunan.

“FKUB agar tidak pasif, tetapi lebih proaktif dalam memelihara kerukunan umat beragama,” kata Tito dalam Webinar Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama Tahun 2020 yang diselenggarakan Pusat Kerukunan Umat Beragama Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Selasa (03/11). 

“Saya melihat bahwa FKUB memegang peranan sangat penting. Karena FKUB merupakan satu forum koordinatif antar agama yang memang sudah keniscayaan,” lanjut Tito.

Hal ini menurut Tito sesuai aturan yang tercantum dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM) Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Pada PBM itu tertulis bahwa FKUB diharapkan dapat melakukan tiga hal untuk memelihara kerukunan umat beragama.

“Proaktif untuk mendeteksi, proaktif untuk melakukan pemetaan potensi gangguan. Proaktif untuk mencari solusi dan mediasi untuk meredam gangguan kerukunan umat beragama,” tutur Tito. 

Ia juga menyampaikan, FKUB juga harus mampu mengidentifikasi dan merevitalisasi kearifan lokal yang dapat mendukung kerukunan antar umat beragama.

Tito menyampaikan, alam memelihara kerukunan umat beragama tentunya harus mengacu kepada Pancasila. “Saya kira Pancasila adalah solusi. Demokrasi kita harus mengarah pada demokrasi yang Pancasila,” sambungnya. 

FKUB sendiri hingga kini telah berdiri pada 34 provinsi di Indonesia. Namun, Tito menyebut hingga kini ada empat kabupaten/kota yang belum memiliki FKUB yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan di Sumatera Barat, serta Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Nduga di Papua.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Rawatlah Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

Read Next

PKB Pertanyakan Menurunnya Target PAD Pemkab Pemalang Tahun 2021