Fakta Sidang Ungkap Rp 1 Miliar ke Nasir Djamil

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil

Daulat.co – Anggota DPR RI Nasir Djamil diduga menerima uang Rp 1 miliar dari Direktur PT Kenpura Alam Nangro Dedi Mulyadi. Diduga uang itu diberikan melalui Rizal, orang dekat Nasir Djamil.

Hal itu terungkap saat jaksa KPK membacakan dan mencecar catatan pemberian uang kepada saksi Dedi Mulyadi dalam persidangan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/2/2019).  Dedi bersaksi untuk terdakwa Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf dan dua terdakwa lain, yakni Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal. Catatan dugaan aliran uang yang dibuat istri Dedi Mulyadi, Ramik Riswandi itu sebelumnya ditemukan oleh Tim Penyidik KPK saat penggeledah.

“Si Jal itu adalah asistennya Pak Nasir Jamil. Tapi pak Nasir enggak tahu apa-apa itu, itu tidak dengan Bang Nasir,” ucap Dedi Mulyadi.

Dedi membenarkan Nasir Jamil merupakan anggota DPR RI. Diketahui, Nasir Djamil adalah anggota legislatif dengan daerah pemilihan Aceh dari PKS.

Dikatakan Dedi, perusahaannya yang bergerak di bidang jasa konstruksi ditawarkan untuk mengerjakan proyek di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurut Dedi yang menawarkan pekerjaan kepadanya adalah Rizal.

“Iya. Yang menawarkan pekerjaan itu si Rizal kepada saya. Uang diserahkan ke Rizal,” kata Dedi.

Dedi dalam persidangan juga mengaku pernah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Irwandi Yusuf. Pemberian uang tersebut bertujuan agar perusahaan Dedi dimenangkan dalam lelang proyek infrastruktur. Penyerahan uang melalui Saiful Bahri yang dikenal dekat dengan Irwandi.

“Saya minta Saiful supaya dimenangkan perusahaan saya. Beliau bilang kan ini lebaran, mungkin ada kebutuhan untuk megang,” kata Dedi.

Megang adalah acara syukuran yang menjadi tradisi di Aceh menjelang Lebaran. Megang biasanya diadakan oleh para pejabat Aceh, termasuk Gubernur Aceh.

Dalam berita acara pemeriksaan, Dedi mengatakan, Saiful menyebut uang tersebut sebagai dana partisipasi untuk kepentingan Irwandi Yusuf. Penyerahan uang dilakukan oleh staf Dedi.

Irwandi Yusuf didakwa menerima suap menerima suap terkait pengaturan DOKA Aceh tahun 2018 dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Pemberian uang senilai Rp 1 miliar itu melalui orang kepercayaan Irwandi yang bernama Saiful Bahri.

Selain suap, Irwandi juga didakwa menerima gratifikasi selama kurun waktu Mei 2017 hingga 2018. Gratifikasi pertama sebesar Rp 8,7 miliar diterima Irwandi terkait proses lelang pengadaan barang dan jasa.

(Rangga Tranggana)