9 August 2020, 15:07

Eva Yuliana Desak Polri Usut Oknum Imigrasi Yang Terlibat Pelarian Djoko Tjandra

daulat.co – Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana mengapresiasi kinerja dan respon cepat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang berhasil menangkap kembali buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra. Yakni melalui kerja sama police to police dengan polisi Diraja Malaysia.

Ia mendorong Bareskrim Polri, selain mengusut keterlibatan pihak kepolosian di tingkat internal, Bareskrim juga mengusut pula oknum imigrasi yang terlibat di balik pelarian Djoko Tjandra. Kata Eva dalam keterangan tertulisnya, Minggu 2 Agustus 2020.

“Saya mengapresiasi kerja cepat dan efektif Bareskrim Polri dalam menangkap Djoko Tjandra, dan berhasil dibawa pulang kembali untuk menjalani proses hukum yang telah dijatuhkan oleh MA 10 tahun yang lalu,” kata dia.

Eva menyebutkan, kinerja Polri dibawah kepemimpinan Jenderal Idham Azis merespon cepat dengan menghukum oknum jendral yang membantu Djoko Tjandra selama di Indonesia. Akan lebih baik lagi jika oknum imigrasi yang membantu proses pelarian Djoko Tjandra juga diusut tuntas.

“Harus ada pengusutan oknum yang membantu membuat paspor dari imigrasi Jakarta Utara dan membantu menghapus Djoko Tjandra dari daftar cekal. Bahkan, bisa jadi oknum itu yang membantu Djoko Tjandra melalui jalur darat di perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia,” ucapnya.

Politisi NasDem asal Solo, Jawa Tengah ini menduga, Djoko Tjandra bebas keluar masuk Indonesia karena menggunakan jalur darat melalui Entikong, Kalimantan Barat. Polri dan Kementerian Hukum dan HAM harus bekerja sama mengusut, apakah ada oknum di Pos Lintas Batas Negara yang membantu Djoko Tjandra keluar masuk melalui jalur tikus.

Ditegaskan Eva, penangkapan Djoko Tjandra barulah permulaan. Jaringan mafia hukum di kepolisian, kejaksaan, imigrasi, dan pengadilan wajib diusut karena telah mencoreng wajah hukum Indonesia. Ini tidak boleh terulang kembali.

“Di Komisi III, kita akan terus meminta mitra kami untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum yang sudah membantu Djoko Tjandra dan meminta mereka untuk memperbaiki institusinya yang sudah tercoreng akibat kasus ini. Di Panja pengawasan hukum kami tidak akan berhenti sampai semua oknum yang membantu bisa diadili,” katanya.

Sekedar diketahui, Djoko Tjandra atau lengkapnya Djoko Sugiarto Tjandra ditangkap pada tanggal 30 Juli 2020 atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah. Pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 27 Agustus 1950 ditangkap oleh Kepolisian RI (Polri) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Djoko Tjandra atau Tjan Kok Hui ditangkap Tim Polri yang dipimpin  Kabareskrim Komjen Listyo Sigit dengan dibantu Polisi Diraja Malaysia. Buronan yang kabur selama 11 tahun itu langsung dibawa pulang ke Indonesia untuk diadili terkait kasus pengalihan hak tagih (cessie) antara PT Era Giat Prima miliknya dengan Bank Bali pada Januari 1999.

(Sumitro)

Read Previous

Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Sekjen DPR: Penempatan Pejabat Baru Sudah Melalui Mekanisme

Read Next

Sistem Ganjil Genap Diberlakukan, Diawali Sosialisasi Selama Tiga Hari