Erick Thohir Sebut Jokowi Menunjukan Kelasnya Sebagai Pemimpin Dunia

http://daulat.co/wp-content/uploads/2018/05/Erick.jpg

Daulat.co – Ketua TKN Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin, Erick Thohir menyebut Pidato Presiden Jokowi di pembukaan IMF adalah satu bukti bahwa Capres nomor urut 01 itu memiliki kualitas sebagai pemimpin dunia.

“Pidato itu bagus sekali dan lugas; mendapatkan pujian dan juga tepuk tangan dukungan dari para pimpinan pemerintahan, Pimpinan IMF dan World Bank, kepala Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari seluruh dunia yang hadir dalam acara Opening Plenary Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua Bali,” kata Erick dalam keterangannya Jumat, 12 Oktober 2018.

Erik menjelaskan, Presiden Jokowi menggambarkan dengan analogi situasi dunia saat ini sama seperti cerita “Game of Thrones”, dimana 7 Kingdoms memperebutkan Iron of Throne. Beberapa Elite Families (kelompok elit) terlibat. Ketika puncak keributan terjadi, ancaman besar yang tidak pernah diperhitungkan muncul dari Evil Winter yang ingin merusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran.

Dengan analogi ini, Erick melanjutkan, Presiden Jokowi menyampaikan pesan moral kepada seluruh pemimpin dunia, bahwa kekuatan bersama itu penting untuk menghadapi ancaman global yang sedang meningkat pesat; mulai dari perubahan iklim, sampah plastic, sampai ancaman global dan sebagainya.

“Menghadapi ancaman global tersebut, Presiden Jokowi bertanya kepada hadirin, Apakah saat ini tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah sebaliknya, saat yang tepat untuk bekerjasama dan kolaborasi?” ujarnya.

Erick juga menjelaskan bahwa Presiden Jokowi mengingatkan tahun depan akan menjadi GOT sesi terakhir. Hasilnya bisa ditebak, yang menang akan babak belur, yang kalah juga akan tambah sengsara.

“Pesan moralnya adalah, konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan bukan hanya yang kalah, tapi juga yang menang,” tegasnya.

Menurut Erick, pesan moral Presiden Jokowi ini sangat tepat dan mewakili aspirasi dunia. Dunia sedang berhadapan dengan pilihan: lanjutkan rivalry (pertarungan) atau mulai collaborate (bekerjasama) menghadapi tantangan besar dunia: yakni Trade War (Perang Dagang), Technology Disruption (Gangguan Tehnologi) dan World Uncertainty — Climate Change, Carbon Emissions, Increasing Inequality.
(Ketidakpastian Dunia – Perubahan Iklim, Emisi Karbon, Peningkatan Ketimpangan).

Dijelaskan Erick, pidato Jokowi mengarahkan bahwa pilihan yang tepat adalah menumbuhkan kepercayaan terhadap sesama (elevate mutual trust) dan meningkatkan kerjasama dalam banyak bidang (increase multi-lateral collaboration).

“Sekali lagi, Presiden Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dunia. Presiden Jokowi mengajak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan agar mengedepankan kerjasama dan kolaborasi adalah jawaban atas masalah dan ancaman bersama,” tegasnya.

“Kepemimpinan Indonesia dalam forum IMF dan World Bank mewakili semangat negara-negara kecil, menengah dan besar untuk membangun tatanan dunia baru yang lebih baik untuk semua,” tuntas Erick.

(M Sahlan)