26 September 2020, 11:39

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Meroket, Hasto: Kami Menyatu Bersama Rakyat

daulat.co – Lembaga survei dan kajian Indikator Indonesia merilis hasil survei elektabilitas partai politik pasca-Pilpres 2019.

Hasilnya, PDI Perjuangan (PDIP) dan Gerindra mengalami peningkatan elektabilitas signifikan. PDIP naik dari 22 persen menjadi 26,3 persen. Sedangkan Gerindra naik dari 15,2 persen menjadi 17,7 persen dibanding Mei lalu.

“Riset kami terbaru dilaksanakan pada 13-16 Juli 2020, tren elektabilitas PDI Perjuangan naik dari 22,2 persen di survei Mei menjadi 26,3 persen di survei Juli,” kata Direktur Eksekutif Indikator Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei pada Selasa (21/7/2020).

Setelah PDI Perjuangan dan Gerindra, kata Burhanuddin, berikutnya adalah Golkar (8,3 persen), Partai Demokrat (5,7 persen), PKB (5 persen),  Nasdem (4,5 persen), PKS (4,4 persen), PAN (2 persen), dan PPP (1,7 persen).

“Hanya PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang elektabilitasnya di atas hasil Pileg 2019,” jelas Burhanuddin.

Menanggapi hasil tersebut, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, yang hadir sebagai penanggap di rilis itu, menyatakan bahwa hal ini menunjukkan menyatunya PDI Perjuangan dengan rakyat direspons positif.

Demikian halnya terkait kebijakan positif oleh Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin direspons secara positif oleh responden. Termasuk berbagai kebijakan yang terkait pandemi covid-19.

“Menarik dari hasil survei bahwa sikap PDI Perjuangan yang pasang badan membela kebijakan Jokowi-Ma’ruf direpsons positif oleh responden. Ada rebound,” ujar Hasto.

PDIP menilai bahwa titik ekonomi terendah Indonesia pada Mei sudah dilampaui, sehingga harus menjadi momentum penguatan.

“Meski pandemi sudah berlangsung 4 bulan ada tren kenaikan ekonomi rumah tangga. PDI Perjuangan tidak menutup mata bahwa rakyat mengharapkan persoalan peningkatan kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi dapat segera di atasi. Ini yang menjadi fokus Partai,” ujarnya.

“Kami harap Kadin bisa mendorong semangat berdikari. Impor buah dan pangan kita dorong dikurangi saja karena yang harus kita dorong adalah rakyat berdikari sehingga ekonomi rumah tangga meningkat. UMKM harus didorong dan mendapat sentuhan. Saatnya kita percaya pada kekuatan sendiri,” tambah Hasto.

Selain itu, hasil survei Indikator Indonesia membuktikan kegaduhan yang disebabkan polemik RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) berbanding terbalik dengan tingkat dukungan kepada partainya.

“Ini yang mendorong PDI Perjuangan bahwa menangis tertawa bersama rakyat adalah pilihan, persatuan dengan rakyat harus lebih dominan, meski komunikasi politik harus dilakukan juga sebaiknya demi mendorong hal positif,” lanjut Hasto.

PDIP melihat bahwa kritik yang ada terhadap kondisi perekonomian menjadi cambuk agar bekerja lebih keras sehingga program lebih cepar dilaksanakan dan kepuasan publik meningkat.

“Tapi paling tidak kami lihat energi positif dengan terjadinya rebound, mengalami peningkatan ini. Saatnya mari kita padukan seluruh potensi kita. PDI Perjuangan sepakat persoalan ekonomi dan kesehatan adalah pekerjaan kita bersama,” ujar Hasto. (M Sahlan)

Read Previous

Terjawab Sudah, Camat Randudongkal Pastikan Ikan Tongkol Penyebab Keracunan Warga Dari Program BPNT

Read Next

Soal Relaksasi PSBB, Hasto: Pemerintah Sejalan dengan Keinginan Rakyat