26 May 2020, 07:20

Eks Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda Dituntut 5 Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Mantan Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia, Risyanto Suanda dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan hukuman 5 tahun penjara. Risyanto juga dituntut dengan hukuman denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan,” ucap jaksa penuntut umum (JPU) KPK Muhammad Nur Azis saat mmbacakan surat tuntutan, Rabu (20/5/2020).

Sidang tersebut dilakukan melalui video conference, dimana Risyanto Suanda berada di gedung KPK. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, majelis hakim dan sebagian penasihat hukum berada di pengadilan Tipikor Jakarta.

Tuntutan itu diberikan lantaran jaksa meyakini jika Risyanto terbukti menerima suap sebesar 30 ribu dolar AS ditambah gratifikasi sebesar 30 ribu dolar AS dan 80 ribu dolar Singapura.

Jaksa meyakini, perbuatan Risyanto terbukti melanggar Pasal 12 huruf b UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Menuntut majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Risyanto Suanda terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan kumulatif kesatu alternatif pertama dan dakwaan kumulatif kedua,” kata dia.

Selain pidana badan, JPU KPK juga menuntut pembayaran uang pengganti Rp 1.244.799.300 terhadap Risyanto. Menurut Jaksa, jika dalam jangka waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Risyanto Suanda membayar uang pengganti Rp 1.244.799.300 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap,” tutur jaksa Nur Azis.

Dalam dakwaan pertama, Risyanto Suanda dinilai terbukti menerima suap senilai 30 ribu dolar AS (sekitar Rp 409,97 juta). JPU KPK menyatakan Risyanto menerima suap sebesar Rp 30 ribu dolar Singapura dari Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa untuk mendapat persetujuan impor hasil perikanan.

Suap itu diberikan karena menyetujui Mujib Mustofa untuk memanfaatkan persetujuan impor hasil perikanan berupa “frozen pacific makarrel/Scomber Japonicus” (ikan salem) milik Perum Perikanan Indonesia.

Perum Perikanan Indonesia adalah BUMN yang melakukan kegiatan usaha di bidang jasa perikanan dan dapat mengajukan Rekomendasi Pemasukan Hasil perikanan (RPHP) kepada Kementerian Kelautan Dan Perikanan sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.

Selain gratifikasi berupa uang, di persidangan juga terungkap pemberian berupa 1 tas selempang merk Louis Vuitton warna hitam, 1 tas tangan warna merah marun merk Louis Vuitton dalam sarung warna cream bertuliskan Louis Vuitton, 1 cincin warna silver dengan jumlah mata 8 buah, 1 jam tangan merk Frederique Constant Geneve dengan tali kulit warna cokelat.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

LazisMu-MCCC Distribusikan Bantuan Tahap II Senilai Rp 18,053 Miliar

Read Next

Terbukti Terima Suap, Jaksa Kejari Yogyakarta Divonis 4 Tahun Penjara