9 August 2020, 15:12

Eks Dirut Jasa Marga Jadi Tersangka Korupsi Proyek Fiktif

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani (DS) sebagai tersangka. Desi dijerat sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang digarap PT Waskita Karya.

Demikian di ungkapkan Ketua KPK, Firli Bahuri saat jumpa pers di kantornya, Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Selain Desi, lembaga antikorupsi juga menetapkan
Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman (FU) dan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana (JS) sebagai tersangka kasus tersebut.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 13 Juli 2020 dengan tiga orang sebagai tersangka,” ujar Firli Bahuri.

Desi ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam jabatannya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam jabatannya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menetapkan Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011-2013, Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010-2014, Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka kasus tersebut. Penetapan tersangka Desi, Fakih, dan Jarot merupakan pengembangan kasus yang menjerat Fathor Rachman dan Yuly Ariandi.

Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua.

“Sehingga total ada lima tersangka dalam perkara ini. Kelima tersangka diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, atau dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau
orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk selama tahun 2009 sampai dengan 2015,” ungkap Firli.

Atas perbuatannya, para tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Lima orang tersangka kasus korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang terjadi di PT Waskita Karya (Persero) itu langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. KPK menahan lima tersangka selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2020.

“DSA (Desi Arryani) ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, JS (Jarot Subana) di Rutan Polres Jakarta Timur, FU (Fakih Usman) di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Pomdam Jaya Guntur. FR (Fathor Rachman) di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Gedung Merah Putih KPK, YAS (Yuly Ariandi Siregar) di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan KPK di Pomdam Jaya Guntur,” tutur Firli.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

BMI Desak Pemerintah Usut Dugaan Backup Aparat Terhadap Djoko Tjandra

Read Next

Dorong Anak Muda Pilkada, PDIP Jagokan Gibran, Dhito, dan Made Kembang