Eks Bupati Sula Hidayat Mus Dituntut 12 Tahun, Adik 8 Tahun Bui

Ahmad Hidayat Mus (ist)

daulat.co РJaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan terhadap Ahmad Hidayat Mus, mantan Bupati Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Hidayat Mus juga dituntut membayar uang pengganti Rp 2,4 miliar. Uang tersebut harus dibayar paling lambat satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak dibayar, maka harta benda milik Hidayat akan disita dan dilelang. Jika hartanya tidak mencukupi akan diganti dengan 6 tahun penjara.

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ucap jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan surat tuntutan terdakwa Ahmad Hidayat Mus, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Jaksa menilai, Hidayat Mus memperkaya diri dan orang lain dalam pengadaan lahan Bandara Bobong pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2009.

Dikatakan jaksa, Hidayat Mus diduga turut memperkaya pihak lainnya sebesar Rp 1 miliar. Diduga perbuatan Hidayat Mus
mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 3,4 miliar.

Atas perbuatan itu, Hidayat Mus dinilai melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam pertimbangan, jaksa menilai perbuatan Hidayat Mus tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi. Selain itu, Hidayat dinilai bersikap manipulatif dalam memberikan keterangan.

“Meringankan, terdakawa berlaku sopan selama persidangan,” tutur jaksa.

Jaksa juga menjatuhkan tuntutan delapan tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan terhadap mantan Ketua DPRD Kabupaten Sula Zainal Mus. Adik Ahmad Hidayat Mus itu juga dituntut membayar kerugian negara Rp 294,9 juta.

(Rangga Tranggana)