26 May 2020, 05:57

Dugaan Permintaan Fee BPNT, Nama Sekda Pemalang Mencuat Dalam Aksi Tuntut Camat Moga Diganti

Beberapa suplier menggelar aksi di Kantor Kecamatan Moga, Senin 18 Mei 2020

Beberapa suplier menggelar aksi di Kantor Kecamatan Moga, Senin 18 Mei 2020

daulat.co – Resah dengan sikap Camat Moga Andri Adi, Kabupaten Pemalang, yang diduga melakukan penekanan dan meminta fee, sejumlah agen dan suplier di Kecamatan Moga, menggelar demonstrasi di kantor kecamatan setempat, Senin 18 Mei 2020.

Sambil membawa berbagai tulisan, diantaranya Camat Clamitan Balane Setan, Kantor Kecamatan Bukan Warung Sembako, Aja Dumeh Aja Gemendeyeh, Camat Rakus Buang Kakus, Agen Dijalok Suplier Dijalok; Ora Sisan BLTne?, Pilih Salah Siji; Dadi Camat Apa Suplier?

Selain diarahkan ke Camat Moga, massa juga membentangkan beberapa tulisan yang menyinggung Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang M Arifin. Diantaranya Jaman Milenial Esih Dodolan Sekda; Situ Waras?, Disini Akan Dibangun Warung Sembako Kakaknya Sekda, Njuh Njalok Ganti Camat Sing Madan Bener.

“Sebenarnya keresahan ini sudah lama, tapi (saat itu) kami tidak memiliki bukti. Tetapi beberapa hari kemarin kemudian ada screenshot WA yang terkait dengan Pak Camat meminta fee kepada suplier selain beras,” tegas Koordinator Lapangan Aksi Ikmaluddin Aziz kepada wartawan disela orasinya di Halaman Pendopo Kecamatan Moga.

Ia mengungkapkan, jadwal penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Moga dijadwalkan pada Minggu 17 Mei 2020 dan harus dilaksanakan penyalurannya pada Senin, 18 Mei 2020. Agen dan suplier jadi kalang kabut dalam mempersiapkan pembagian ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Untuk Moga, pihaknya menyatakan sudah mengantongi beberapa bukti permintaan fee dari Camat Andri khususnya bagi suplier diluar komoditas beras. Pasalnya, untuk komoditas beras ini sudah dimintai fee-nya oleh Camat Andri.

“Kami sampaikan ini sangat bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan beliau (Camat Andri) mengatakan kalau suplier tidak bisa (beri fee) nanti akan disiapkan suplier yang merupakan kakak kandung dari Sekda Kabupaten pemalang. Itu juga ada screenshotnya,” kata Aziz.

“Discreenshot itu, kalau suplier tidak bisa memberikan fee sejumlah uang kepada Pak Camat, maka Pak Camat akan mengganti suplier tersebut. Tekanan disampaikan disitu dengan jelas, kakak kandungnya Sekda Kabupaten Pemalang,” kata dia menegaskan soal nama Sekda Pemalang dalam pusaran permasalahan ini.

Selain suplier, pemerintahan desa di Moga sebenarnya juga resah dengan kinerja Camat Andri. Disinggung bagaimana pada 13 April 2020 lalu, aparatur pemerintah desa menggelar aksi di tempat yang sama.

“Tuntutan kami jelas agar Camat Moga diganti, karena ini tidak sekali dua kali. Harapan kami agar ini diungkap tuntas, persoalan-persoalan yang menggurita diawal, kita bongkar semua,” tegas Aziz.

(Sumitro)

Read Previous

Petani Tambak Pemalang Menjerit, Pemprop Jateng Janji Carikan Solusi Serap Hasil Panen Bandeng

Read Next

Diduga Minta Fee Program BPNT Dari Suplier, Ini Jawaban Camat Moga