26 September 2020, 11:34

Dubes: Dua WNI Terdampak Ledakan Bom di Lebanon

daulat.co – Dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban dalam insiden terjadinya dua ledakan di Ibu Kota Beirut, Lebanon, tepatnya di area pelabuhan (Port of Beirut), Selasa (4/8/2020).

“Dua WNI yang terdampak insiden ini. Satu orang merupakan korban yang mengalami luka ringan dan satu lainnya mengalami kerusakan rumah yang berat,” terang Duta Besar (Dubes) RI di Lebanon Hajriyanto Y Tohari, Rabu (5/8/2020).

Hajriyanto melaporkan, WNI yang merupakan korban terluka dikonfirmasi bernama Ni Nengah Erawati yang merupakan pekerja di Kimantara, Jal El Dib dan saat insiden terjadi sedang berada di Beirut.

“Sudah video call yang bersangkutan. Beliau kondisinya stabil bisa berbicara dan berjalan. Luka sudah dijahit dan saat ini sudah pulang dan berada di apartemen bersama empat WNI lainnya di Jal El Dibz,” jelas Hajriyanto dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, KRI Sulthan Hasanuddin 366 (Kontingen Garuda Satgas MTF dalam UNIFIL) terkonfirmasi aman. Tim itu saat ini sedang berlayar di Mersin, Turki.

Berdasarkan catatan KBRI Lebanon terdapat 1.447 WNI di negara Timur Tengah itu. Sebanyak 1.234 di antaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa.

Hajriyanto menyampaikan dalam laporan terbaru yang diterima dari Mayor Jenderal Lebanon Abbas Ibrahim, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui terdapat 2.700 ton amonium nitrat yang meledak di pelabuhan. Amonium nitrat adalah bahan yang sangat mudah meledak dan sering digunakan untuk pupuk, namun tak jarang dimanfaatkan sebagai bahan peledak.

Seperti dilansir AFP, ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020 sore setelah pukul 18.00 waktu setempat.

Jumlah korban ledakan dilaporkan terus bertambah, dari 10 menjadi 50 dan kabar lain menyebut naik menjadi 73 orang. Mereka yang terluka, dilaporkan lebih dari 2.700.

Dua ledakan besar ini membuat gedung-gedung bergetar hebat dan memicu kepanikan serta kekacauan. Sampai-sampai ada yang menyebut ledakannya seperti bom atom.

Bahkan ledakan kedua memicu bola api raksasa berwarna oranye ke langit Beirut. Kemudian diikuti gelombang kejut seperti angin tornado yang meratakan area pelabuhan dan menyapu kota Beirut. Kaca pun pecah dalam jarak beberapa kilometer.

Saking dahsyatnya ledakan, masyarakat Nikosia, ibu kota dari negara kepulauan Siprus ikut merasakan getaran, padahal jaraknya mencapai 240 kilometer.

“Seperti malapetaka di dalam. Ada mayat-mayat di tanah. Ambulans masih mengangkut korban tewas,” tutur seorang tentara yang ada di area pelabuhan Beirut, masih dikutip AFP.

Dewan Keamanan Tinggi Lebanon memberlakukan status berkabung negara selama tiga hari, dan kabinet Lebanon direkomendasikan untuk mendeklarasikan status darurat selama 14 hari.

(M Sahlan)

Read Previous

Dalami Suap dan Gratifikasi Nurhadi, KPK Periksa Eks Pegawai Anak Usaha Lippo Group

Read Next

Fasilitasi Anak-anak Sekolah Daring, Pemdes Tlilir Temanggung Buka Internet Gratis