11 April 2021, 10:53

Dirut PT Minarta Dutahutama Penyuap Rizal Djalil Divonis 2 Tahun Penjara

Palu Hakim - ist

Palu Hakim – ist

daulat.co – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo. Majelis hakim menyatakan Leonardo terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil.

Majelis hakim meyakini Leonardo Jusminarta telah menyuap Rizal Djalil sebesar 100 ribu dollar Singapura dan 20 ribu dollar AS atau setara dengan Rp1,3 miliar. Uang sebagai imbalan karena Rizal Djalil telah mengupayakan PT Minarta Dutahutama menjadi pelaksana proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Proyek itu yakni terkait pembangunan jaringan distribusi utama Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (JDU SPAM IKK) Hongaria paket 2 pada Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya KemenPUPR.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Leonardo Jusminarta Prasetyo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun, dan pidana denda sebesar Rp 250 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti 3 bulan,” kata Hakim Ketua Albertus Usada dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Senin (1/3/2021) malam.

Dalam amarnya, Majelis Hakim mengabulkan pembukaan pemblokiran rekening atas nama Leonardo Jusminarta. Sementara hal-hal yang memberatkan hukuman lantaran perbuatan Leonardo itu tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya melakukan upaya pemberantasan korupsi. Dia juga dianggap tidak berterus terang atas perbuatannya.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dipidana, terdakwa kooperatif dan sopan dan terdakwa dalam keadaan sakit,” terang Hakim.

Sebelumnya, Leonardo Jusminarta Prasetyo dituntut oleh Jaksa KPK dengan hukuman 2 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 5 bulan kurungan. Tuntutan tersebut berdasarkan dakwaan pertama Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kembangkan Rasuah Gubernur Sulsel, KPK Buka Peluang Usut Rasuah Reklamasi MNP

Read Next

Titik Api Muncul di Kalimantan, Aceh Hingga Riau, DPR Desak Pelaku Karhutla Ditindak Tegas