2 March 2021, 01:29

Diduga Suap Rp 400 Juta Komisioner KPU Terkait PAW Politikus PDIP

daulat.co – Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap bersama sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satgas KPK, Rabu, 8 Januari 2020. Dalam OTT ini, Tim juga mengamankan barang bukti dugaan suap berupa uang dalam bentuk mata uang asing.

“Sampai saat ini ada 8 mas, bb berupa uang mata uang asing,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Sayangnya Ali belum dapat merinci berapa jumlah uang yang diamankan tersebut. Pun termasuk mengungkap identitas tujuh orang lain yang turut dicocok Tim Satgas.

“Nanti kepastian jumlahnya akan di sampaikan dalam konpers,” ujar Ali.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar membenarkan barang bukti uang dalam pecahan asing. Jika dikonfersi uang sekitar Rp 400 juta.

“Ya dalam mata uang asing. Sepertinya kisaran Rp 400 juta kalau dirupiahkan,” ujar Lili.

Informasi yang dihimpun, uang suap itu diduga terkait pergantian antar waktu (PAW) di DPR. Selain Wahyu, beberapa orang yang diamankan yakni caleg PDIP Harun Masiku, D dan S.

Harun merupakan calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP yang maju dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I nomor urut 6. Dapil tersebut meliputi Kota Palembang, Kota Lubuklinggau, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara. Namun dalam Pileg 2019, Harun tak terpilih menjadi anggota DPR.

KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. PDIP dalam rapat pleno KPU 31 Agustus 2019 sempat meminta KPU mencoret Riezky dari daftar anggota DPR terpilih dan mengajukan nama Harun. Namun, KPU menolaknya. Nah, Wahyu diduga meloby Harun supaya dapat duduk di DPR RI.

Meski demikian Lili belum dapat menjelaskan lebih detail terkait peruntukan uang dugaan suap tersebut. Pun termasuk mengungkap identitas pihak yang telah diamankan.

“Nanti akan di sampaikan dalam konpers,” imbuh dia. (Rangga Tranggana

Read Previous

Kemenag: Perizinan Umrah Bisa Online di Siskopatuh

Read Next

Menpora Apresiasi Ide Pengembangan Kepemudaan dari Bupati Gorontalo