Di Tepi Danau Burley Griffin, Pelajar Indonesia di Aussie Gelar Aksi Keprihatinan

PPIA
PPIA

daulat.co – Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) menggelar aksi keprihatinan dan doa bersama di Tepi Danau Burley Griffin. Aksi keprihatinan ini sejalan dengan berbagai serangan terorisme di tanah air.

PPIA yang terdiri dari berbagai elemen, diantaranya PPIA ACT, PPIA ANU, PPIA UC, Kagama Canberra-PPIA Australia PMKIC, Horas Canberra, Indonesia Synergy, Komunitas Muslim Canberra, ICC, AIFA, PIES Canberra dan Perkumpulan Flobamora menyampaikan beberapa sikap dalam kegiatan tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya yaag diterima Rabu (17/5), Rachmawati Putri dari Australian National University mengungkapkan, aksi keprihatinan ini dipersatukan oleh kesedihan yang sama dan kemuakan yang sama yakni terorisme.

“Acara dihadiri sekitar 105 warga Indonesia memperlihatkan semangat bahwa Indonesia tidak takut dan tidak gentar. Masyarakat Indonesia harus bersatu melawan terorisme,” jelasnya.

Berikut lima pernyataan sikap PPIA dimaksud:

1. Menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnyaatas jatuhya korban jiwa dalam peristiwa teror tersebut.

2. Mengutuk keras aksi teror sebagai ancamanterhadap kehidupan berbangsa, kedaulatan negara dan demokrasi.

3. Mengecam keras atas instrumentalisasi tubuhperempuan dan anak sebagai bom bunuh diri, apalagi dengan alasan pemberdayaankarena jelas melanggar hak hidup perempuan dan anak-anak.

4. Mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintahIndonesia dalam melawan terorisme dan radikalisme.

5. Menyerukan seluruh masyarakat dari berbagaigolongan untuk tidak terprovokasi, melawan radikalisasi, ikut menjaga persatuandan mempererat ikatan antar kelompok, agama, suku, ras demi kedamaian hidup bermasyarakat.

(M Abdurrahman)