Di ACRP 2019, Menag Nikmati Lagu Komunitas Tasawuf Underground

http://daulat.co/wp-content/uploads/2019/03/Menag-27.jpg

daulat.co – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku bahwa dirinya menikmati tiga buah lagu yang dibawakan oleh penampilan Komunitas Tasawuf Underground di acara Annual Conference Research Proposal (ACRP) 2019 di kawasan Serpong, Tangerang, Selasa (26/3).

Menurut Menag, komunitas ini terdiri dari anak-anak punk yang dibina oleh para dosen dan menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat oleh Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKI) di lingkungan Kementerian Agama. Dan pada kali ini mereka membawakan lagu-lagu tasawuf dalam nuasa punk.

“Secara khusus saya sampaikan selamat kepada Komunitas Tasawuf Underground. Tiga buah lagu tadi bitnya dan ritmenya benar-benar cukup menghentak juga. Dan saya bisa menikmati lagunya,” kata Menag.

Komunitas tasawuf yang didirikan oleh Halim Ambiya tahun 2012 memulai dakwahnya melalui Media Sosial. Mereka memposting ajaran tasawuf dari Syekh Abdul Qadir Jaelani,  Imam Al Ghazali, Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, dan lain-lain. Peminatnya semakin hari makin bertambah. Kini followers di Facebook dan Instagram mencapai 400 ribu lebih.

Sejak 3 tahun lalu, Halim Ambiya dan komunitas ini berusaha membumikan ajaran tasawuf dengan mengajak anak-anak Punk dan jalanan di Jabotabek. Mereka masuk ke kolong jembatan, terminal, pasar dan stasiun. Kini jumlah anak binaannya mencapai 120 orang.

Sejak November lalu, secara rutin, setiap Jumat dan Sabtu, komunitas ini mengadakan pengajian baca tulis Al Qur’an, pengajian kitab Bulughul Maram, dan kitab Al-Hikam di Kolong Jembatan Tebet. Anak-anak juga diberi pemberdayaan dengan pelatihan design grafis, sablon, barista dan kerajinan tangan.

 

(M Nurrohman)