18 November 2019, 16:32

Delegasi PBB Kerjasama Hadapi Ancaman Transaksi Finansial Terorisme

daulat.co – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan bahwa perkembangan teknologi kini memudahkan manusia dalam melakukan transaksi keuangan secara digital. Menurutnya, perkembangan teknologi finansial tersebut sangat membantu dan memudahkan orang dalam menyelesaikan urusan-urusan keuangannya.

“Sekarang ini dunia IT memudahkan orang melakukan transaksi keuangan melalui internet. Fakta itu memang menolong manusia untuk lebih mudah menyelesaikan urusan-urusan keuangannya,” kata Mahfud MD baru-baru ini pada acara ‘No Money For Terror’ Ministerial Conference On Counter Terrorism Financing di Melbourne, Australia.

Namun, selain memudahkan, dirinya menyampaikan kalau transaksi keuangan secara digital pun memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan perkembangan teknologi tersebut untuk tujuan teror.

“Pada saat yang sama, (transaksi keuangan digital) sering digunakan oleh kelompok teroris untuk kegiatan terorisme, seperti pembelian senjata, pelatihan gaya militer kelompok teroris yang dibungkus melalui transaksi bisnis atau pengiriman uang melalui kegiatan dagang secara terpecah-pecah,” jelas Mahfud MD.

Oleh karena itu, Menko Polhukam itu mengajak seluruh delegasi yang hadir untuk bersama-sama bertindak menghadapi ancaman transaksi finansial kelompok teroris. “Seluruh dunia menghadapi ancaman transaksi finansial kaum teroris yang seperti itu. Itulah sebabnya kita harus bertindak dengan fokus No Money For Terror,” katanya.

Untuk diketahui, Konferensi d‘No Money For Terror’ hadiri oleh 77 delegasi negara di dunia serta delegasi PBB dan berbagai organisasi internasional.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Wamendes PDTT Ajak Masyarakat Majalengka Awasi Dana Desa

Read Next

Wamenkeu: Bekerjalah Pada Bidang Keahlian Anda