9 March 2021, 08:12

Daripada Adu Mulut Online, Mahfud Md Disarankan Duduk Satu Meja Dengan Ridwan Kamil

Nasir Djamil

daulat.co – Politisi PKS Nasir Djamil menyayangkan munculnya adu argumen antara Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md terkait kerumunan massa Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, ketimbang beradu argumen, lebih baik Mahfud Md mengundang Ridwan Kamil ke Jakarta untuk bertemu langsung dan membahas permasalahan Habib Rizieq Shihab.

“Di satu sisi sangat disayangkan membela diri di media sosial. Sebab, sesama penyelenggara pemerintah kok adu mulut lewat medsos,” kata Nasir kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Disampaikan Anggota Komisi II itu, Menkopolhukam Mahfud Md bisa mengundang Ridwan Kamil ke Jakarta untuk diberi pemahaman agar paham mengapa sebekumnya memberikan diskresi soal kepulangan Habib Rizieq Shihab.

Nasir menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai bagaimana koordinasi di antara penyelenggara pemerintah ini. Meski begitu, sisi positifnya dari polemik Mahfud Md dan Ridwan Kamil adalah memberikan pandangan bahwa posisi Mahfud di Menko sama dengan pejabat lainnya.

“Positifnya, keduanya memberikan pembelajaran publik bahwa berbeda dengan pejabat sekelas menko ternyata bukan hal yang tabu. Semoga saja RK tidak bernasib apes,” ujarnya.

Ridwan Kamil diketahui secara mengejutkan ‘menyerang’ Menko Polhukam Mahfud Md terkait rentetan kerumunan Habib Rizieq Shihab. Kang Emil sapaan akrabnya lantas menunjuk  Mahfud Md sebagai pihak bertanggung jawab.

“Izinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara hari ini. Pertama, menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud di mana penjemputan HRS ini diizinkan,” ujar RK.

Pernyataan Kang Emil kemudian ditanggapi Mahfud melalui akun Twitter-nya. Mahfud menyatakan siap bertanggung jawab karena sebelumnya telah mengumumkan Habib Rizieq Shihab diizinkan pulang ke Indonesia. Bahkan, dirinya yang mengumumkan Habib Rizieq boleh dijemput dengan catatan dilakukan secara tertib dan tidak melanggar protokol kesehatan.

Namun demikian, Mahfud Md menyatakan bahwa diskresi pemerintah diberikan untuk penjemputan, pengamanan, dan pengantaran dari bandara sampai ke Petamburan atau kediaman Habib Rizieq. Dimana secara umum sudah berjalan dengan tertib.

“Tapi acara pada malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan orang sudah di luar diskresi yang saya umumkan,” jelas Mahfud.

Membalas cuitan Mahfud, Ridwan Kamil mengatakan bahwa Pusat dan daerah harus sama-sama memikul tanggungjawab. Sambil menyampaikan permohonan maaf jika Mahfud Md tidak berkenan, Kang Emil mempertanyakan kenapa kepala daerah yang terus diminta bertanggungjawab atas kerumunan Habib Rizieq.

“Siap Pak Mahfud. Pusat daerah hrs sama2 memikul tanggung jawab. Mengapa kerumunan di Bandara yg sgt masif & merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan sprt halnya kami berkali-kali. Mengapa kepala daerah terus yg hrs dimintai bertanggung jawab. Mhn maaf jika tdk berkenan,” cuit Kang Emil dalam akun Twitter resminya @ridwankamil, Rabu (16/12).

(Sumitro)

Read Previous

Kantongi 272 Kontrak Pengadaan, KPK Pastikan Periksa Vendor Bansos Covid-19

Read Next

Rapat Evaluasi Perda, Dewan Soroti Praktek Prostitusi Comal Baru & Calam