Dari Seminar MIKTA: Bisnis Startups Tidak Akan Berkembang Tanpa Dukungan Pemerintah

Seminar MIKTA (Kemlu)
Seminar MIKTA (Kemlu)

daulat.co – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Direktorat Jenderal Kerjasama Multillateral Kementerian Luar Negeri dan Sekretariat OECD menggelar Seminar MIKTA denga menghadirkan 2 pembicara utama. Yakni Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari dan Vice President Korean Business Angels Association Chul Hwan Kim. ​

Duta Besar RI di Paris Hotmangaradja MP Pandjaitan saat membuka Seminar MIKTA bertema “Promoting Equal Opportunities in a Digital Era” di Markas Besar OECD Paris, 30 Mei 2018, mengatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan mesin bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

“Bisnis startups tidak akan berkembang tanpa dukungan solid Pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang suportif, terutama dalam mengembangkan area yang tidak menawarkan insentif ekonomi yang cukup bagi pihak swasta,” jelas Hari Sungkari.

Dalam seminar yang dihadiri berbagai kalangan dari pemerintah, pelaku​​​​​​ usaha dan investor itu, Hari menyampaikan harapan agar seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif untuk mendukung pengembangan start ups.

Senada dengan yang disampaikan Deputi Bekraf, pembicara lainnya yaitu Chul Hwan Kim membagi kisah sukses pengembangan startups di Korea Selatan yang didukung penuh oleh infrastruktur dan keterampilan digital, serta jaringan untuk memasuki pasar global.

Terdapat program khusus pengembangan start ups oleh Pemerintah Korea Selatan, dimana sekitar 100 dari 36000 startups per tahun diseleksi untuk dipilih sebagai akselerator dan yang akan berkompetisi di pasar global.

Berbeda dengan model bisnis konvensional lainnya, karakter start ups yang “scalable dan repeatable” mampu mendorong potensi pertumbuhan, meningkatkan penghasilan, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru terutama bagi masyarakat pedesaan.

Saat ini, 4 dari 7 startups berskala unicorns di Asia Tenggara terdapat di Indonesia, dan Gojek sebagai salah satu unicorn telah memberdayakan 13000 SMEs. Sebutan ‘unicorns’ diberikan untuk startups yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar USD.

Melihat potensi ekonomi kreatif dalam menciptakan pertumbuhan inklusif, lapangan pekerjaan dan kohesi sosial khususnya dalam era digital, Indonesia terus menyuarakan pentingnya pembahasan isu ekonomi kreatif dalam berbagai fora Internasional, antara lain dengan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 6-8 November 2018 di Bali. ​

Seminar MIKTA merupakan rangkaian program keketuaan Indonesia pada 2018, yang bertema “Fostering Creative Economy and Contributing to Global Peace”. MIKTA sendiri adalah kerja sama inovatif yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Kerja sama terbentuk pada tahun 2013 dan Indonesia adalah koordinator MIKTA tahun 2018.

Berbagai kegiatan lainnya dalam waktu dekat, antara lain MIKTA Experts Meeting on Inclusive Digital Economy Accelerator Hub (IDEA Hub), MIKTA Start Ups Festival, MIKTA Experts Meeting on Tourism, MIKTA Interfaith and Intercultural Dialogue dan MIKTA Workshop on Counter-Terrorism and Deradicalisation.

Melalui serangkaian kegiatan tersebut, diharapkan agar masyarakat luas dapat mengenal lebih jauh tentang peran Indonesia dan MIKTA melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata. Demikian dilansir Kemenlu.

(M Abdurrahman)