Dari Hobi Seni Kaligrafi Meraup Rejeki

Depok, Daulat.co – Siapa sangka bakat seni lukis sejak kecil, justru membawa berkah bagi gadis berusia 23 tahun ini, Ummi Khairiah. Ummi begitu biasa dipanggil, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta,  ternyata piawai dalam seni kaligrafi. Keseriusan Ummi mengembangkan hobi seni kaligrafi dimulai sejak tahun 2010.

“Saya memang sejak kecil senang menggambar. Tapi saya serius dengan hobi pada tahun 2010 yakni seni kaligrafi. Saya merasa tenang saja kalau sudah membuat tulisan kaligrafi walaupun sederhana pada saat itu,” ceritanya saat dijumpai di bilangan Depok, Jawa Barat, Selasa (9/4).

Saat ditanya sejak kapan dia membisniskan seni kaligrafinya, mahasiswi yang mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam ini tersipu malu menjawabnya, “Seperti mulai berani membisniskan hasil seni kaligrafinya sejak tahun 2016. Saat itu, saya sudah kuliah. Saya tidak sangka saja saat bikin kaligrafi setelah selesai ada teman yang suka. Katanya ini bisa dijual. Nah, dari situlah saya memulainya. Iseng-iseng ternyata bisa dapat uang. Lumayan uang yang didapat bisa untuk tambah uang jajan di kos.”

Apa yang dilakukan Ummi dengan hobinya itu pun bersambut. Kabar soal dirinya bisa membuat kaligrafi yang bagus pun tersebar. Akhirnya, beberapa temannya ada yang meminta dibuatkan kaligrafi untuk hadiah ulang tahun. Jadi saat itu, orderan yang gampang masuk untuk hadiah ulang tahun atau lainnya. Soal ide kaligrafi ingin seperti apa, selain datang dari Ummi juga datang dari yang pesan kaligrafi. Dia tinggal mengikuti sesuai keinginan si pemesan.

“Alhamdulillah, kabar kemampuan saya bisa bikin kaligrafi tersebar dari teman-teman di kampus. Mereka pun akhirnya minta dibikinkan kaligrafi. Ada yang pesan untuk hadiah ulang tahun. Ada yang pesan untuk jadi pajangan  di rumah dan lain-lain. Saya buat kaligrafi kadang sesuai ide yang ada dari saya. Kadang juga kaligrafi yang saya buat idenya berasal dari yang pesan,” tutur juara MTQ Bidang Seni Kaligrafi se-Bontang, Kalimantan Timur.

Ummi menggarap kaligrafi tidak hanya di media kertas ataupun karton. Tapi dia pun membikin kaligrafi lukis di kanvas. Sebenarnya dia pun bisa membuat kaligrafi di media kayu, dinding, piring dan lain-lain. Saat ini yang lebih banyak permintaan di media kertas dan kanvas. Penyelesaian kaligrafi pun berbeda-beda waktunya. Kaligrafi yang digoreskan di media kertas paling lama menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Sementara untuk kaligrafi lukis di kanvas paling lama 3 hari.

“Pengerjaan kaligrafi selain di kertas pelangi dan kertas lainnya bisa juga untuk di kanvas, dinding, kayu dan beling. Tapi untuk  sekarang ini, saya masih membuatnya di kertas dan kanvas lukis. Untuk kaligrafi di kertas waktu pengerjaan paling lama 3 jam dan tergantung dari tingkat kesulitan dari kaligrafi itu sendiri. Sedangkan untuk kaligrafi lukisan, biasanya saya mampu selesaikan dalam waktu 3 hari. Kaligrafi lukisan ini juga tergantung dari tingkat kesulitannya yang diminta oleh pemesan,” urai gadis berwajah cantik kelahiran Bontang, 10 November 1996 ini.

Memang diakui oleh Ummi peminat kaligrafi hanya orang-orang tertentu. Selain itu untuk pemasarannya pun tidaklah mudah. Untuk saat ini, pemasaran hasil kaligrafinya, dia dibantu oleh seorang temannya, Fiqih. Dialah yang membantu menawarkan jasa atau hasil karya kaligrafi saya ke orang-orang atau ke teman mahasiswa lainnya dan juga ke beberapa instansi. Pemasaran dilakukan door to door dan media sosial melalui akun Instagram, ig@khairiah10 dan ig@muslimah_pinky10 serta FB: ummikhairiahmunir.

“Pemasaran saya lewat teman-teman mahasiswa dan juga dibantu oleh Fiqih ke orang-orang di luar kampus. Tapi kita juga memasarkan lewat media sosial. Jika ada yang ingin pesan bisa lewat akun medsos itu,” kata Ummi dengan tersenyum.

Harapan Ummi ke depan dengan kemampuan kaligrafinya semoga akan semakin banyak orang yang menyukai karya kaligrafi. Dia pun juga berharap bisa mempunyai galeri atau stand kecil di mall suatu saat nanti. Dengan begitu, dia bisa memajang hasil karyanya sehingga orang bisa membelinya.

“Saya inginnya di kemudian hari semakin banyak orang yangsuka dan pesan karya seni kaligrafi ini. Saya juga berharap bisa punya galeri biarpun kecil,baik di tepi jalan ataupun di mal,” pungkas Ummi.

(Dadang Syah)