11 April 2021, 10:51

Dampak Tol Trans Sumatera, Pemkab Lamsel Diminta Fasilitasi Pembinaan UMKM

Lampung Selatan

Lampung Selatan

daulat.co – Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan meminta Pemerintah Kabupaten Selatan untuk segera memperbaiki dampak dari pembangunan  Bakauheni – Kalianda akibat dari hadirnya Tol Trans Sumatera.

Pasalnya, dampak dari pembangunan tersebut ada penurunan aktivitas ekonomi. Ia meminta pemerintah memfasilitasiny dengan melakukan pembinaan UMKM-UMKM yang terdampak dari terbangunnya tol tersebut.

Dalam pertemuan Komisi XI DPR dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bank Indonesia dan BPS di Kantor Bupati Lamsel, Lampung, baru-baru ini, Cik Asan mendorong para stakeholder untuk dapat segera memberikan solusi terbaik demi mengembalikan kejayaan usaha-usaha rumahan di Lamsel.

“Ada penurunan aktivitas ekonomi semenjak ada tol ini. Dan hingga menjelang dua tahun ini belum ditemukan juga solusinya,” ungkap Marwan Cik Asan.

“Restoran & warung makan semua tutup. Ini PR besar Pemkab Lampung Selatan beserta jajarannya, paling tidak di sepanjang jalan itu. Meskipun BPS bilang di Lampung ini pengangguran menurun, walau kemiskinan tetap tinggi. Ini harus dicarikan solusinya,” sambungnya.

Politisi Fraksi Partai Demokrat itu juga meminta agar pemkab dapat mengembalikan pemikiran negatif masyarakat agar tidak terus menerus menyalahkan terbangunnya tol trans Sumatra.

Menurutnya pembangunan tol baik untuk menunjang visi peradaban. Untuk itu, ia berharap inovasi dan kreativitas dari seluruh pemangku kepentingan untuk membangkitkan gairah aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tol tidak bisa kita larang karena itu kebutuhan untuk sebuah visi kemajuan peradaban, tetapi sekarang mereka terkena dampaknya, ekonominya mulai tertatih-tatih lapangan kerja menyempit ini harus kita carikan jalan keluarnya supaya tidak menimbulkan efek negatif seperti kriminalitas,” ucapnya.
 
Anggota Komisi XI DPR RI Percha Leanpuri menambahkan, Pemkab Lamsel dapat mengakomodir pelaku usaha UMKM yang terdampak tol untuk bisa ditempatkan di tiap-tiap rest area yang ada. Sebab tempat berjualan yang ada saat ini sangat jarang diakses kendaraan, sehingga membuat pelaku UMKM di Lamsel semakin terpuruk.

“Jarak dari tempat berjualan di asal, ke daerah tol itu bukan suatu hal yang dekat ataupun hal yang mudah untuk menjangkau ke daerah itu. Tapi mudah-mudahan upaya pemda di sini untuk dapat merekrut dan membantu pelaku usaha UMKM dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(Sumitro)

Read Previous

LBH GP Ansor Riau Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis Bagi Warga Tidak Mampu

Read Next

Yan Mandenas Ingatkan Jangan Sampai Terjadi Missed Informasi Soal Revisi UU Otsus Papua