7 March 2021, 21:48

Dalami Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Periksa GM Waskita Beton Precast

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kali ini, lembaga antikorupsi mendalaminya lewat dua saksi, yakni General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Precast, Dwi Anggoro Setiawan dan Kepala Seksi Administrasi Kontrak Tol Benoa 4 PT Waskita Karya, Hendra Adityawan.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Dwi Anggoro Setiawan dan Hendra Adityawan diagendakan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman. Keduanya diduga kuat mengetahui sengkarut belasan proyek fiktif tersebut.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka FR (Fathor Rachman, mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya),” ucap Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2020).

Selain Fathor Rachman, KPK juga telah menetapkan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II WK Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka kasus ini. Terkait kasus, Fathor dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Sebenarnya, proyek-proyek tersebut telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. 

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

KPK teranyar menetapkan tiga tersangka baru terkait perkara ini. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani, Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana, serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. 

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sementara Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sedangkan Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Sah, Pegawai KPK Beralih Status jadi Aparatur Sipil Negara

Read Next

Dinilai Tidak Becus Tangani Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Pemalang Dituntut Mundur