CEO Blackgold dan Direktur PT China Huadian Engineering Dicegah ke Luar Negeri

Daulat.co – CEO Blackgold Natural Resources Limited, Rickard Philip Cecil dan Direktur PT China Huadian Engineering Indonesia, Wang Kun dicegah berpergian ke luar negeri. Pencegahan ini terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/2/2019). Pencegahan ke luar negeri terhadap Rickard dan Wang Kun sejak 27 Desember 2018 dan berlaku selama enam bulan.

“KPK telah mengirimkan surat ke Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM tentang pelarangan sejumlah pihak ke luar negeri. (Pencegahan ke luar negeri) selama enam bulan terhitung sejak 27 Desember 2018 hingga 27 Juni 2019,” ucap Laode M Syarif.

Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan KPK untuk kebutuhan penyidikan kasus suap proyek PLTU Riau-1. Melalui pencegahan ini, Rickard dan Wang Kun tidak sedang berada di luar negeri saat dibutuhkan keterangannya.

Keduanya dicegah bepergian ke luar negeri terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial sekaligus mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. KPK sebelumnya juga telah mencegah bos Borneo Lumbung Energy and Metal, Samin Tan dan anak buahnya Nenie Afwani.

Eni Saragih dan Idrus Marham sedang menjalani proses persidangan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Eni dihukum 8 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Dari pengembangan kasus ini, KPK menetapkan Samin Tan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Samin Tan diduga memberikan suap sekitar Rp 5 miliar kepada Eni Saragih terkait pengurusan terminasi PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PT ATK merupakan anak usaha PT Borneo Lumbung Energy and Metal milik Samin Tan.

Lembaga antikorupsi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini. Pun termasuk menjerat pihak-pihak lain yang terlibat.

“KPK masih terus akan mengembangkan perkara ini ke pihak lain sebagaimana yang telah muncul di fakta persidangan dengan berdasarkan bukti yang cukup,” ujar Laode.

(Rangga Tranggana)