26 September 2020, 12:43

Cederai Pemilu, Eks Komisioner KPU Dituntut 8 Tahun Bui

daulat.co –  Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dituntut oleh Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan hukuman delapan tahun pidana penjara. Wahyu juga dituntut dengan hukuman denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain pidana pokok, Jaksa juga menuntut agar Wahyu dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih sebagai pejabat publik selama 4 tahun setelah selesai menjalani pidana.

Menurut jaksa Wahyu Setiawan bersama-sama mantan Anggota Bawaslu yang juga kader PDIP, Agustiani Tio Fridelina terbukti menerima suap sebesar Rp 600 juta dari kader PDIP Saiful Bahri.

Suap itu diberikan agar Wahyu mengusahakan KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Jaksa juga meyakini Wahyu menerima uang Rp 500 juta melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Uang itu terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025.  

“Menuntut, menyatakan terdakwa Wahyu Setiawan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ucap Jaksa KPK Takdir Suhan saat membacakan surat tuntutan Wahyu, Senin (3/8/2020).

Sementara itu, Agustiani Tio dituntut dengan hukum 4 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa mempertimbangkan sejumlah hal dalam menjatuhkan tuntutan ini. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio dinilai tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

Perbuatan Wahyu dan Agustiani Tio selain itu dinilai berpotensi mencederai hasil Pemilu. Tak hanya itu, para terdakwa telah menikmati uang yang diterimanya.

“Hal meringankan, para terdakwa bersikap sopan selama persidangan, menyesal, dan mengakui perbuatannya,” ujar jaksa.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Sistem Ganjil Genap Diberlakukan, Diawali Sosialisasi Selama Tiga Hari

Read Next

Kisah Mbah Carido Babad Alas Untuk Gebangkerep Sragi