Cak Nun Bicara 17 April Milih Prabowo atau Jokowi?

daulat.co – Pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak 2019 sudah dalam hitungan jam ke depan menuju 17 April 2019. Selain Pemilihan Anggota Legislatif (DPR & DPRD) dan Senator (DPD), Pemilihan Presiden (Pilpres) menjadi bahasan yang mendapatkan porsi terbesar di masyarakat.

Dua nama, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, menjadi magnet dari kontestasi Pilpres 2019. Bukan apa-apa, dua nama tersebut sebelumnya telah ‘bertarung’ pada Pilpres 2019. Nah, Pilpres 2019 kali ini bisa dibilang merupakan rematch atau kontestasi ulang keduanya.

Siapa layak memimpin? Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Maruf Amin atau pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno? Masyarakat harus menentukan dalam hati masing-masing sebelum 17 April nanti.

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun memberikan pemahaman kepada masyarakat yang bisa jadi masih ragu menentukan pilihan. Ia mengingatkan masyarakat yang belum menentukan pilihan pada dua hal sebagaimana pernyataannya yang diunggah akun YouTube @Maiyah Cinta.

Kata suami Novia Kolopaking itu, sebagian besar masyarakat tidak bisa memahami Jokowi dan Prabowo secara utuh. Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing calon. Kalaupun kerap mendapatkan porsi informasi berlebihan di media massa, itu dianggap Cak Nun tidaklah cukup.

“Anda tahu persis Jokowi enggak, tahu persis Prabowo juga enggak. Informasimu juga enggak cukup,” jelas Cak Nun.

Bagaimana seharusnya menentukan pilihan, sementara waktu terus bergulir dan tinggal menyisakan beberapa jam ke depan? Kata Cak Nun ada dua jalannya.

Pertama, masing-masing individu bisa menggunakan ilmu yang dipunyai untuk meyakinkan diri akan mencoblos Jokowi atau Prabowo. Masih ragu? Cak Nun menyarankan masing-masing individu menggunakan iman sekaligus sebagai jalan kedua.

“Kalau orang enggak pakai ilmu, pakai iman. Jadi hidup itu cuma dua, yang kalau ngerti pakai ilmu, yang kamu enggak tahu pakai iman,” kata dia.

Jalan kedua, yakni menggunakan iman, menurutnya jalan terbaik dalam menentukan pilihan. Dalam analogi Cak Nun, memilih pemimpin lima tahun ke depan ibarat rumah tangga. Sebelum menentukan pilihan ke jenjang pernikahan harus dipertimbangkan dengan masak agar tidak kacau rumah tangganya di kemudian hari.

“Urusannya kan ini sama dengan anda berumah tangga, jangan sampai kacau loh rumah tanggamu,” jelas Kiai Mbeling.

Jalan terbaik, yakni melalui iman, menurutnya erat kaitannya dengan Tuhan. Bermunajat dan meminta petunjuk, kepada siapa pilihan diberikan, apakah kepada Jokowi atau Prabowo.

“Iman hubungannya sama Tuhan, nah kalau begitu ngomong sama tuhan sebelum nyoblos,” demikian Emha Ainun Nadjib.

(sumitro)